STRATEGI
MANAJEMEN PEMASARAN UNTUK MEMAKSIMALKAN LABA PERUSAHAAN
oleh:
Uswatun
Khasanah
1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Di dalam dunia usaha saat ini persaingan semakin ketat antara satu
perusahaan dengan perusahaan lainnya yang memproduksi barang ataupun
jasa. Perusahaan-perusahaan tersebut membutuhkan indikator-indikator
penentu untuk mencapai keberhasilan perusahaan. Salah satu
indikator penting dalam suatu perusahaan adalah Manajemen. Menurut Wardana (2014:2) Manajemen adalah proses pengkoordinasi
dan mengintegrasikan kegiatan-kegiatan
kerja agar hasil yang diselesaikan dapat menghasilkan sesuatu secara efisien
dan efektif dengan melalui orang lain. Suatu perusahaan membutuhkan manajemen
untuk menjalankan proses produksi perusahaannya. Karena dengan menggunakan
prinsip manajemen maka perusahaan bisa berjalan atau beroperasi dengan baik.
Pada
dasarnya perusahaan-perusahaan saling berkompetisi karena memiliki tujuan yang jelas dan tentunya sama dengan perusahaan
lain, yaitu laba. Oleh karena itu, laba dibutuhkan dan penting agar perusahaan
tetap going concern (Rakhman, 2007). Selain
itu laba juga penting karena laba digunakan sebagai dasar pemberian kompensasi
dan bonus karyawan, dasar penentu pajak yang harus dibayarkan, dasar penilaian
kenaikan kemakmuran karyawan dan perusahaan, serta sebagai alat pengendali
alokasi sumber daya ekonomi perusahaan (Chariri dan Ghozali ,
2001). Karena mengingat pentingnya laba yang cukup besar
bagi perusahaan, maka perusahaan-perusahaan saling bersaing untuk mendapatkan
laba. Karena jika perusahaan mengalami kerugian atau mendapatkan laba yang
rendah maka akan berpengaruh terhadap stabilitas kelangsungan kinerja
perusahaan.
Laba sering diartikan sebagai ukuran untuk menilai prestasi
perusahaan. Menurut Wild, Subramanyam, dan Halsey (2005:25)
mendefenisikan laba sebagai berikut: Laba (earnings) atau laba bersih (net
income) mengindikasikan profitabilitas perusahaan. Laba mencerminkan
pengembalian kepada pemegang ekuitas untuk periode bersangkutan, sementara
pos-pos dalam laporan merinci bagaimana
laba didapat. Selain itu, Laba adalah kenaikan modal (aktiva bersih) yang
berasal dari transaksi sampingan atau transaksi yang jarang terjadi dari suatu
badan usaha, dan dari semua transaksi atau kejadian lain yang mempunyai badan
usaha selama satu periode, kecuali yang timbul dari pendapatan (revenue) atau investasi pemilik
(Baridwan, 1992: 55). Atau bisa diambil
kesimpulan bahwa laba adalah selisih antara pendapatan dengan biaya-biaya
perusahaan, sedangkan pendapatan lebih
besar dari biaya yang dikeluarkan perusahaan.
Dalam pemaksimalan laba, diperlukan
strategi-strategi khusus dari perusahaan bagi tiap-tiap divisi atau pihak unit.
Diantaranya strategi untuk manajemen pemasaran akan berbeda dengan strategi
manajemen keuangan, begitu pula akan berbeda dengan strategi manajemen sumber daya manusia. Strategi
yang cukup penting dan berpengaruh adalah strategi manajemen pemasaran. Strategi
merupakan segala cara yang harus dilakukan suatu organisasi untuk mencapai
tujuan dari organisasi tersebut yang telah ditetapkan sebelumnya (Wardana,
2014:180). Sedangkan pengertian manajemen pemasaran sendiri menurut Assauri
(1987:12) adalah kegiatan penganalisisan, perencanaan, pelaksanaan, dan
pengendalian program-program yang dibuat untuk membentuk, membangun, dan memelihara keuntungan dari pertukaran melalui sasaran pasar guna mencapai tujuan
organisasi (perusahaan) dalam jangka panjang. Selain itu menurut Kotler (1997:13) manajemen
pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan pemikiran, penetapan harga,
promosi, serta penyaluran gagasan, barang, dan jasa untuk menciptakan
pertukaran yang memuaskan tujuan-tujuan individu dan organisasi. Jadi strategi
manajemen pemasaran adalah suatu cara yang digunakan untuk melakukan analisa,
perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian yang bertujuan untuk menghasilkan
kepuasan bagi pihak-pihak yang terlibat.
Assauri
(1987:13) menyatakan, “Secara singkat manajemen pemasaran mencakup seluruh
falsafat, konsep, tugas, dan proses manajemen pemasaran”. Assauri juga
menyebutkan bahwa ruang lingkup manajemen pemasaran meliputi Menentukan konsep
dan proses pemasaran; Faktor lingkungan pemasaran; Analisis pasar; Pemilihan
sasaran (target) pasar; Perencanaan pemasaran perusahaan; Kebijakan dan
strategi pemasaran terpadu (Marketing
Mix-Strategy); Kebijakan dan strategi produk; Kebijakan dan strategi harga;
Kebijakan dan strategi penyaluran; Kebijakan dan strategi promosi; Organisasi
pemasaran; Sistem informasi pemasaran; Pengendalian pemasaran; Manajemen
penjual; Pemasaran internasional.
Strategi Pemasaran Terpadu (Marketing
Mix Strategy) merupakan inti dari suatu konsep manajemen pemasaran dalam
falsafah dan sistem pemasaran (Assauri,1987:12). Menurut Assauri, strategi
manajemen pemasaran meliputi strategi orientasi pasar, pengembangan acuan
pemasaran (marketing mix), serta
taktik pemasaran secara terpadu. Selain itu didalam buku Kotler (1997), Kotler
menambahkan beberapa strategi antara lain diferensiasi Produk,Pelayanan,
Personil, Saluran, dan Citra. Strategi manajemen pemasaran ini dilakukan untuk
meningkatkan daya guna suatu barang yang akan didistribusikan kepada
masyarakat.
1.2
Tujuan
Tujuan dari makalah ini adalah sebagai
berikut
1)
Mendeskripsikan strategi manajemen
pemasaran untukmemaksimalkan laba perusahaan melalui orientasi pasar
2)
Mendeskripsikan strategi manajemen
pemasaran untuk memaksimalkan laba perusahaan melalui pengembangan acuan atau
bauran pemasaran (marketing mix)
2. PEMBAHASAN
2.1 Strategi Manajemen Pemasaran
untuk Memaksimalkan Laba Perusahaan melalui Orientasi Pasar
Seiring meningkatnya persaingan global
dan perubahan dalam kebutuhan pelanggan, dimana perusahaan menyadari bahwa mereka harus selalu dekat dengan
pasarnya. Sehingga orientasi pasar merupakan hal yang penting bagi pelanggan, dan juga untuk tercapainya
tujuan pemasaran perusahaan. Konsep pemasaran dan orientasi pasar dipandang
sebagai salah satu fokus perhatian manajemen pemasaran untuk mengartikulasikan
strategi-strategi yang dikembangkan. Perusahaan-perusahaan akan berhasil secara
gemilang bila mereka secara cermat dapat memilih pasar-pasar sasarannya dan
memiliki program-program pemasaran yang sudah direncanakan.
Menurut Narver and Slater (1990:21) Market
orientation atau orentasi pasar adalah sebagai berikut.
“As the
competitive strategy that most efficiently generates the right kinds of
behavior to create enhanced value for the consumer and therefore assures better
long-term resultsfor corporations.” Dari pengertian ini menunjukkan bahwa
perusahaan yang berorentasi pasar senantiasa melakukan efisiensi dan selalu
berusaha menciptakan nilai lebih bagi pelanggannya yang diharapkan akan dapat
memberikan keuntungan jangka panjang bagi perusahaan.
Pendapat
yang sama juga dikemukakan oleh Tjiptono dan Chandra (2012:30) Orientasi pasar
(Market Orientation) merupakan ukuran
perilaku dan aktivitas yang mencerminkan implementasi konsep pemasaran.
Pendapat Cravens (2000:6) mengenai orientasi pasar adalah suatu orientasi
bisnis, sehingga pelanggan dijadikan sebagai vocal point dan totalitas operasional perusahaan. Berdasarkan
beberapa definisi di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa orientasi pasar
merupakan penelitian pasar ke seluruh perusahaan guna mengetahui kebutuhan
pelanggan saat ini dan yang akan datang
Pedoman orientasi pasar dalam
melakukan kegiatan pemasaran dibagi menjadi lima konsep, meliputi konsep
produksi, konsep produk, konsep penjualan, konsep pemasaran, dan konsep
pemasaran sosial (Kotler, 2002:19).
Berikut
adalah lima konsep yang digunakan pemasaran dalam orientasi pasar.
1.
Konsep Produksi
Konsep produksi merupakan salah satu
konsep tertua yang dianut para penjual. Konsep produksi berpendapat bahwa
konsumen akan memilih produk-produk yang mudah didapat dan murah harganya.
Manajer organisasi yang berorientasi pada produksi akan berkonsentrasi pada
upaya mencapai efisiensi produksi yang tinggi dan cakupan distribusi yang luas.
Contoh
aplikasi konsep ini adalah Dimulai pada tahun 2015 hingga menjelang akhir
tahun, produk-produk buatan Cina, lebih spesifiknya hp dengan merk Lenovo membanjiri pasar di Indonesia.
Hal ini dikarenakan hp Lenovo lebih
tersedia dimana-mana dan memiliki harga
yang murah, sehingga konsumen lebih tertarik untuk membeli hp Lenovo. Selain itu, hp Lenovo juga memiliki desain dan fitur
lengkap yang tidak kalah dengan merk-merk hp yang lain dan tentunya lebih
mahal.
Strategi
manajemen pemasaran dengan menggunakan konsep produksi yang efisien dan
memiiliki keunggulan harga yang murah membuat suatu perusahaan akan memperoleh
laba yang besar seiring tingkat produksi yang besar. Strategi dengan konsep
produksi ini lebih berorientasi pada masyarakat kelas menengah ke bawah. Karena
masyarakat menengah ke bawah lebih mementingkan harga dan mengesampingkan
kualitas dari suatu produk. Asalkan harganya murah, dengan senang hati masyarakat
akan membelinya.
2.
Konsep Produk
Konsep produk berpendapat bahwa
konsumen akan memilih produk-produk yang menawarkan kualitas, kinerja, atau
ciri-ciri inovatif terbaik. Dimensi kualitas untuk industri manufaktur (Garvin,
1996), meliputi: Performance (kesesuaian produk dengan fungsi utama produk itu
sendiri); Feature (ciri khas produk yang membedakan dari produk lain);
Reliability (kepercayaan pelanggan terhadap produk karena kehandalannya atau
karena kemungkinan kerusakan yang rendah); Conformance (kesesuaian produk
dengan syarat, ukuran, karakteristik desain, dan operasi yang ditetapkan);
Durability (tingkat ketahanan/awet produk atau lama umur produk);
Serviceability (kemudahan perbaikan atau ketersediaan komponen produk);
Aesthetic (keindahan atau daya tarik produk); serta Perception (fanatisme
konsumen akan merek suatu produk tertentu karena citra atau reputasinya).
Manajer
dalam perusahaan yang berorientasi produk lebih memusatkan perhatiannya untuk
membuat produk superior dan menyempurnakannya secara terus-menerus. Perusahaan
yang berorientasi produk seringkali merancang produk sebak-baiknya dengan
kualitas yang tinggi
Contoh penerapan konsep produk adalah Sync atau teknlogi “ngobrol” dengan
kendaraan. Teknologi ini dapat mengenali 10 ribu perintah dalam 19 bahasa.
Fungsinya untuk mengendalikan audio, telefon dan sistem GPS serta memberikan
informasi tentang keadaan sekitar. Sync
adalah hasil dari kerjasama bersama Microsoft dan jauh lebih memuaskan dari
versi yang beredar saat ini, termasuk yang ada pada BMW dan Mercedes-Benz.
Dari contoh
diatas diperoleh kesimpulan bahwa strategi manajemen pemasaran dengan
menggunakan konsep produk yang digunakan adalah dengan meningkatkan kualitas
atau mutu dari suatu produk. Dari peningkatan kualitas inilah suatu perusahaan
dapat memperoleh dan memaksimalkan labanya. Produk-produk superior ini
diproduksi secara terbatas dan hanya orang-orang tertentu saja yang dapat
memiliknya, karena konsep produk ini lebih berorientasi pada masyarakat
menengah ke atas.
3.
Konsep Penjualan
Konsep
penjualan berpendapat bahwa agar konsumen bersedia membeli produk dalam jumlah
memadai maka perusahaan harus melakukan usaha penjualan dan promosi secara
terus-menerus.
Konsep ini
beranggapan bahwa biasanya konsumen enggan membeli suatu produk, sehingga
manajemen pemasaran haruslah memiliki strategi yang bagus untuk mendorong
konsumen meningkatkan daya beli. Manajemen pemasaran di dalam perusahaan
memiliki banyak cara untuk meningkatkan daya beli masyarakat, salah satunya
adalah dengan cara promosi.
Promosi
digunakan untuk merangsang daya beli masyarakat, dan kebanyakan perusahaan
mempraktekkan konsep penjualan ketika mengalami kelebihan kapasitas produksi.
Tujuan perusahaan adalah menjual apa yang perusahaan buat dengan melakukan
promosi yang sebaik-baiknya.
Contoh penerapan konsep penjualan adalah Iklan rokok, sebut
saja Clas mild dengan slogan “talk less
do more”, menggambarkan ketika mengkonsumsi rokok kita akan sedikit bicara
dan banyak bekerja dan akan keluar dari masalah, iklan yang baru-baru ini,
seorang yang terpaku harus mencari tukang karena atap boscor hingga air
memenuhi ruangan, akan tetapi orang yang “talk
less do more” lebih memilih pindah tempat dan tidak akan terkena dampak
atap bocor. (Dan kita tahu sendiri bagaimana dampak rokok bagi kesehatan!)
Strategi
manajemen pemasaran dengan menggunakan konsep penjualan lebih menekankan
promosi dan penjualan yang terus-menerus, sehingga perusahaan dapat
memaksimalkan laba lewat promosi, bukan kualitas produk ataupun jumlah produk.
Konsep penjualan ini berorientasi ke seluruh masyarakat, akan tetapi kebanyakan
masyarakat yang mudah percaya dengan kegiatan-kegiatan promosi adalah
masyarakat menengah kebawah.
4.
Konsep Pemasaran
Konsep
pemasaran merupakan filosofi bisnis yang menantang konsep-konsep terdahulu.
Dasar-dasarnya dikembangkan pada pertengahan dekade 1950an.
Konsep
pemasaran berpendapat bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari
penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran dan pemenuhan kepuasan yang
diinginkan secara lebih efektif dan efisien daripada para pesaing.
Contoh penerapan konsep pemasaran adalah Perusahaan Dell Computer, pemilik brand Michael
Dell membuat produk sesuai kebutuhan konsumen. Berawal dari hobi oprek komputer
Dell melayani pesanan upgrade PC
komputer sehingga PC komputer akan lebih baik dari buatan pabrik. Selain itu
Dell membuat PC komputer dengan membeli kelebihan-kelebihan dari PC-PC di
pasaran, sehingga Dell akan menciptakan PC dengan kualitas yang lebih baik dari
standar pabrik kemudian akan dijual langsung ke pelanggan dengan harga yang
tinggi. Dengan perkembangan internet, lewat website, Dell menciptakan PC
berdasar keinginan konsumen, dengan memberikan informasi mengenai kebutuhan
akan PC konsumen, sehingga konsumen akan mendapatkan komputer “bikinan sendiri”
melalui website Dell.
Strategi manajemen pemasaran dengan menggunakan konsep
pemasaran lebih menekankan pemeneuhan kebutuhan atau keinginan target pasar dan
pengiriman yang lebih baik dari pesaing, sehingga dengan cara-cara inilah perusahaan
dapat memaksimalkan laba. Konsep pemasaran sendiri diciptakan untuk memenuhi
kebutuhan khusus dari setiap individu, karena pada dasarnya kebutuhan setiap
orang berbeda-beda. Konsep pemasaran biasanya lebih berorientasi kepada
masyarakat kelas menengah ke atas, karena maayarakat tersebut lebih bisa
membedakan kebutuhan-kebutuhannya, disamping juga memiliki materi finansial
yang cukup untuk melakukan pembelian produk berdasrkan keinginan sendiri.
5.
Konsep Pemasaran Sosial
Konsep pemasaran sosial dipilih
untuk menghindari konflik potensial di antara keinginan konsumen, kepentingan
konsumen, dan kesejahteraan sosial jangka panjang.
Konsep pemasaran sosial berpendapat
bahwa tugas pemasaran adalah menentukan kebutuhan, keinginan, serta kepentingan
pasar dan memenuhinya dengan lebih efektif dan lebh efisien daripada para
pesaing dengan cara mempertahankan dan meningkatkan kesejahteraan konsumen dan
masyarakat.
Konsep pemasaran sosial menuntut
para pemasar menyeimbangkan tiga faktor dalam menentukan kebijakan pemasaran,
yaitu laba perusahaan, kepuasan konsumen,dan kepentingan publik. Dengan konsep
ini, perusahaan mendasarkan keputusan pemasaran dalam orientasi pasar bukan
hanya untuk memaksimalkan laba perusahaan, tetapi juga memuaskan keinginan
konsumen, sebagai akibat dari penciptaan nilai pelanggan yang unggul.
Contoh penerapan
konsep pemasaran sosial adalah Atlet sepak bola Cristiano Ronaldo membeli mobil
bermerk Rolls-Royce Phantom Drophead
Coupe. Rolls-Royce merupakan
merek mobil yang sangat disegani di Inggris. Mobil ini biasanya hanya dimiliki
oleh para bangsawan atau orang-orang yang memiliki harta berlimpah. Hanya
beberapa orang yang saat ini memiliki mobil jenis Rolls-Royce Phantom Drophead Coupe di Inggris. Bayangkan saja,
harganya mencapai 443.000 dollar AS atau sekitar Rp 4 miliar. Yang menakjubkan
adalah di dalam bagasi mobil ini terdapat sebuah picnic boot. Ketika bagasi dibuka, maka akan keluar sebuah lemari
otomatis yang menyimpan beberapa botol champagne dan perlengkapan piknik
lainnya.
Strategi
manajemen pemasaran untuk memaksimalkan laba perusahaan pada konsep pemasaran
sosial adalah dengan cara perusahaan membuat produk yang dapat mengangkat
status sosial konsumen ketika digunakan. Konsep ini berorientasi pada
masyarakat tingkat atas dan memiliki status sosial yang tinggi di masyarakat.
Bukan hanya itu, konsep pemasaran sosial juga sangat menekankan keunggulan
produk yang terbatas (limited edition).
2.2 Strategi
Manajemen Pemasaran untuk Memaksimalkan Laba Perusahaan melalui Pengembangan
Acuan atau Bauran Pemasaran (Marketing Mix)
Dalam strategi
manajemen pemasaran, terdapat strategi acuan atau bauran pemasaran yang
menempatkan komposisi terbaik dari keempat komponen atau variabel pemasaran,
untuk dapat mencapai sasaran pasar yang dituju, dan sekaligus mencapai tujuan
pemaksimalan laba perusahaan.
Bauran pemasaran
merupakan kombinasi variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem
pemasaran, variabel mana yang dapat dikendalikan oleh perusahaan untuk
mempengaruhi reaksi para pembeli atau konsumen (Assauri, 2002:181). Sedangkan
menurut Purwaningsih (2013) Marketing Mix
adalah suatu strategi marketing yang menekankan bagaimana cara menjual produk
seefektif mungkin melalui variabel-variabel yang dapat dikombinasikan. Sehingga
dapat diambil kesimpulan bahwa Bauran Pemasaran (Marketing Mix) adalah suatu strategi dengan menggabungkan
unsur-unsur yang dapat mempengaruhi daya beli masyarakat.
Empat unsur variabel
dalam marketing mix, adalah sebagai
berikut
1. Produk (Product)
1. Produk (Product)
Produk adalah segala
sesuatu yang berupa barang dan jasa yang ditawarkan kepada masyarakat untuk
dilihat, dipegang, dibeli atau dikonsumsi guna memenuhi kebutuhan dan
memberikan kepuasan terhadap konsumen. Biasanya suatu produk dikembangkan atau
diciptakan lagi oleh produsen dengan berbagai macam produk baru.
Contoh dari unsur
produk dengan jenis makanan adalah Mie Instan Sedaap, awalnya mie instan ini
hanya diproduksi dengan rasa soto dan goreng, seiring meningkatnya konsumsi
masyarakat dan permintaan pasar, perusahaan menciptakan berbagai macam rasa
yang baru seperti rasa kari spesial, rasa bakso, rasa sate maupun rasa ayam
spesial. Meningkatnya jumlah permintaan mie masyarakat membuat perusahaan terus
memproduksi produk mie dengan jumlah yang besar, sehingga laba yang diperoleh
perusahaan mie sedaap juga akan terus meningkat. Dengan berbagai varian rasa
mie ini bisa menjadi keunggulan dalam melakukan manajemen pemasaran yang baik.
Di dalam strategi
bauran pemasaran, produk merupakan unsur yang paling penting, karena dapat
mempengaruhi strategi pemasaran lainnya. Suatu produk diciptakan dengan tujuan untuk
memenuhi kebutuhan konsumen, serta perusahaan dapat mencapai sasaran pasar yang
dituju dengan meningkatkan kemampuan bersaing sehingga perusahaan dapat
mencapai laba yang maksimum. Akan tetapi, dengan menggunakan unsur produk ini,
perusahaan harus terus mengembangkan kreativitas dan inovasi-inovasi baru agar
dapat tetap diminati konsumen, sehingga bauran pemasaran produk akan berjalan
dengan baik dan bisa terus berkembang.
2. Harga (Price)
2. Harga (Price)
Harga adalah sejumlah uang yang konsumen bayar untuk membeli
produk atau mengganti hak milik produk. Dalam penetapan harga perlu
diperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhinya, baik langsung maupun tidak
langsung. Faktor yang mempengaruhi secara langsung adalah harga bahan-baku,
biaya produksi, biaya pemasaran, adanya peraturan pemerintah dan faktor
lainnya. Faktor yang tidak langsung, namun erat hubungannya dalam penetapan
harga, adalah harga produk sejenis yang dijual oleh para pesaing, pengaruh
harga terhadap hubungan antara produk subtitusi dan komplementer, serta
potongan untuk para penyalur dan konsumen.
Seorang produsen atau perusahaan harus memperhatikan dan
memperhitungkan faktor-faktor yang mempengaruhi harga di dalam penentuan kebijakan
harga yang akan ditetapkan, sehingga nantinya dapat memenuhi tujuan perusahaan
untuk dapat bersaing dengan harga produk lain dan dapat menilai kemampuan
perusahaan mempengaruhi daya beli konsumen. Karena pada dasarnya setiap harga
suatu produk dikatakan mahal atau tidaknya tergantung dari kemampuan daya beli
masyarakat sendiri.
Contoh dari unsur harga dalam bauran pemasaran adalah paket
produk kecantikan “Bali Ratih” menawarkan berbagai alat kecantikan dalam satu
paket yang terdiri dari bedak, lotion, pelembab, lipstik, dan pembersih wajah.
Harga yang ditawarkan dalam pembelian satu paket produk lebih murah
dibandingkan membeli secara satuan produk. Sehingga konsumen lebih tertarik
membeli dalam satu paket dibandingkan secara satuan produk.
Strategi manajemen pemasaran melalui bauran pemasaran harga
ini sangat diperhatikan, strategi yang digunakan dalam penetapan harga bukan
hanya dengan pemasaran secara paket produk, tetapi juga bisa melalui pemberian
diskon. Penentuan harga akan sangat mempengaruhi tingkat penerimaan pendapatan
perusahaan. Harga juga akan mempengaruhi tingkat penjualan produk, sasaran
pasar, dan perusahaan juga bisa memaksimalkan laba yang menjadi tujuan perusahaan.
3. Tempat (Place)
3. Tempat (Place)
Tempat adalah suatu
wilayah yang digunakan kegiatan perusahaan untuk membuat produk untuk dijual ke
pasaran. Biasanya perusahaan memilih tempat yang strategis, seperti didekat
jalan raya, dipusat kota, atau didekat-dekat keramaian. Tempat-tempat yang
seperti itu digunakan perusahaan agar mempermudah di akses oleh konsumen.
Sehingga dapat mempengaruhi daya beli konsumen, semakin dekat tempat perusahaan
dengan berbagai fasilitas atau kemudahaan akses, maka semakin banyak pula
konsumen yang berdatangan.
Contoh dari pemilihan
tempat dalam acuan bauran adalah Indomaret. Hampir diseluruh daerah di
indonesia pasti terdapat swalayan indomaret. Baik itu dipusat kota-kota besar,
maupun di daerah-daerah yang termasuk pinggiran. Akan tetapi, penerimaan
pendapatan dan laba yang diperoleh perusahaan pasti berbeda, indomaret yang
berada di pusat kota-kota besar memiliki lebih banyak pelanggan dan pastinya
akan berpengaruh pada penerimaan pendapatan yang tinggi, berbeda halnya dengan
indomaret yang berada di daerah pinggiran yang cenderung lebh sepi pelanggan
dan penerimaan pendapatannya pun juga rendah. Oleh karena itu, penetapan tempat
juga akan mempengaruhi penerimaan laba yang maksimal bagi perusahaan.
Strategi manajemen
pemasaran melalui bauran tempat ini akan sangat mempengaruhi penerimaan
perusahaan. Strategi manajemen yang digunakan untuk memasarkan produk dengan
cara memilih tempat yang strategis, yang dekat dengan fasilitas umum yang ramai
akan masyarakat, atau bisa juga dengan pemilihan tempat yang dekat dengan bahan
baku. Bukan hanya tempat saja yang harus diperhatikan perusahaan, tetapi juga
dekorasi dan desain tempat yang unik juga dapat menarik minta konsumen dan
menambah penerimaan laba perusahaan.
4. Promosi (Promotion)
4. Promosi (Promotion)
Promosi adalah berbagai kegiatan perusahaan untuk
mengkomunikasikan dan memperkenalkan produk pada pasar sasaran. Variabel
promosi meliputi antara lain sales
promotion, advertising, sales force, public relation, and direct marketing.
Contoh dari kegiatan promosi dalam acuan bauran adalah
operator seluler mempromosikan kepada pelanggan dengan cara mengirim 5 sms,
dapat 10 sms gratis ke semua operator. Hal ini
bertujuan untuk menarik pelanggan agar selalu menggunakan produk dari
operator tersebut. Padahal sebenarnya sebelum mempromosikan, harga pengiriman
sms sudah dinaikkan. Akan tetapi karena promosi yang menarik dan dianggap
menggiurkan oleh konsumen, konsumen menjadi mudah percaya, dan inilah yang
menguntungkan perusahaan.
Strategi manajemen pemasaran melalui bauran pemasaran promosi
ini dilakukan dengan cara bisa melalui email, sms, pembicaraan langsung, iklan
maupun media sosial. Promosi yang digunakan pastinya dengan kata-kata yang
menarik, sehingga juga akan menarik daya beli konsumen. Semakin banyak konsumen
melakukan pembelian, maka secara pasti promosi dapat meningkatkan pendapatan
dan perusahaan dapat memaksimalkan laba.
3. SIMPULAN
Berdasarkan uraian pembahasan tersebut,
maka dapat disimpulkan sebagai berikut.
(1) Orientasi pasar merupakan suatu aktivitas
perusahaan untuk memaksimalkan penerimaan laba dengan melakukan penelitian
pasar yang digunakan untuk mengetahui kebutuhan konsumen.
(2)
Orientasi pasar dalam melakukan pemasaran dibagi menjadi lima konsep, meliputi
konsep produksi, konsep produk, konsep penjualan, konsep pemasaran, dan
konsep pemasaran sosial.
(3)
Pengembangan acuan atau bauran pemasaran merupakan suatu kegiatan perusahaan
untuk memaksimalkan laba dengan cara mempengaruhi reaksi daya beli konsumen
dengan mengendalikan unsur-unsur pemasaran.
(4) Bauran pemasaran yang digunakan perusahaan
untuk meningkatkan daya beli masyarakat memiliki empat unsur, meliputi produk,
harga, tempat, dan promosi.
4.
DAFTAR RUJUKAN
Assauri,
Sofyan. 1987. Manajemen Pemasaran.
Jakarta: Rajawali Pers.
Assauri, Sofyan. 2002. Managemen Pemasaran, Dasar, Konsep dan
Strategi. Cetakan ketiga. Jakarta: CV Rajawali.
Baridwan,
Zaki. 1992. Intermediate Accounting.
Edisi Ketujuh. Yogyakarta: BPFE.
Chariri Anis dan
Ghozali Imam. 2001. Teori Akuntansi. Edisi Pertama. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Craven D. W. dan Nigel F. Piercy. 2006. Strategic Marketing, 8th Edition.
Boston: McGraw Hill.
Garvin,
D.A. 1994. Kualitas Produk : Alat
Strategi Yang Penting. Jakarta: Free Press
Kotler,
Philip. 1997. Manajemen Pemasaran (Marketing Management 9e): Analisis, Perencanaan,
Implementasi, dan Kontrol Jilid 1. Jakarta: PT Prenhallindo.
Kotler,
Philip. 2002. Manajemen Pemasaran,
Analisa perencanaan, Implementasi dan kontrol. Edisi Kesembilan, Jilid 1
dan jilid 2. Terjemahan Hendra Teguh dan Ronny A. Rusli. 2002. Jakarta: PT
Prenhallindo.
Narver, J. C., dan Slater , S. F. 1990. The Effect
of Market Orientation on Business Profitability. Jurnal Pemasaran, 54
(4): 20-35.
Purwaningsih,
Taries. 2013. Modul
Pemasaran Barang dan Jasa dengan Aplikasi Marketing Mix,
(Online),
Subramanyam, Wild, John, K.R. dan Halsey,
Robert F. 2005. Analisis Laporan Keuangan. Edisi Delapan, Buku Kesatu.
Terjemahan Yanivi dan Nurwahyu. 2005. Jakarta: Salemba Empat.
Syaefulholliq, Rakhman. 2007. Analisis Laporan Arus Kas untuk Menilai Kinerja Keuangan (Survei pada Perusahaan Food and Beverage yang Terdaftar di BEJ), (Online),
(http://repository.widyatama.ac.id), diakses 15 November 2015.
Tjiptono,
Fandy dan Chandra, Gregorius. 2012. Service, Quality & Satisfaction. Edisi
3 Yogyakarta: Andi Publisher.
Wardana,
Ludi Wishnu. 2014. Pengantar Manajemen.
Malang: UNG Press.