STRATEGI
MANAJEMEN PEMASARAN UNTUK MEMAKSIMALKAN LABA PERUSAHAAN
oleh:
Uswatun
Khasanah
1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Di dalam dunia usaha saat ini persaingan semakin ketat antara satu
perusahaan dengan perusahaan lainnya yang memproduksi barang ataupun
jasa. Perusahaan-perusahaan tersebut membutuhkan indikator-indikator
penentu untuk mencapai keberhasilan perusahaan. Salah satu
indikator penting dalam suatu perusahaan adalah Manajemen. Menurut Wardana (2014:2) Manajemen adalah proses pengkoordinasi
dan mengintegrasikan kegiatan-kegiatan
kerja agar hasil yang diselesaikan dapat menghasilkan sesuatu secara efisien
dan efektif dengan melalui orang lain. Suatu perusahaan membutuhkan manajemen
untuk menjalankan proses produksi perusahaannya. Karena dengan menggunakan
prinsip manajemen maka perusahaan bisa berjalan atau beroperasi dengan baik.
Pada
dasarnya perusahaan-perusahaan saling berkompetisi karena memiliki tujuan yang jelas dan tentunya sama dengan perusahaan
lain, yaitu laba. Oleh karena itu, laba dibutuhkan dan penting agar perusahaan
tetap going concern (Yuliawati,2011).
Selain itu laba juga penting karena laba digunakan sebagai dasar pemberian
kompensasi dan bonus karyawan, dasar penentu pajak yang harus dibayarkan, dasar
penilaian kenaikan kemakmuran karyawan dan perusahaan, serta sebagai alat
pengendali alokasi sumber daya ekonomi perusahaan (Materi Akuntansi). Karena
mengingat pentingnya laba yang cukup besar bagi perusahaan, maka
perusahaan-perusahaan saling bersaing untuk mendapatkan laba. Karena jika perusahaan
mengalami kerugian atau mendapatkan laba yang rendah maka akan berpengaruh
terhadap stabilitas kelangsungan kinerja perusahaan.
Laba sering diartikan sebagai ukuran untuk menilai prestasi
perusahaan (Muhammad, 2014). Menurut
Wild, Subramanyam, dan Halsey (2005: 25) mendefenisikan laba sebagai berikut:
Laba (earnings) atau laba bersih (net income) mengindikasikan
profitabilitas perusahaan. Laba mencerminkan pengembalian kepada pemegang
ekuitas untuk periode bersangkutan, sementara pos-pos dalam laporan merinci bagaimana laba didapat. Selain
itu, Laba adalah kenaikan modal (aktiva bersih) yang berasal dari transaksi
sampingan atau transaksi yang jarang terjadi dari suatu badan usaha, dan dari
semua transaksi atau kejadian lain yang mempunyai badan usaha selama satu
periode, kecuali yang timbul dari pendapatan (revenue) atau investasi pemilik (Baridwan, 1992: 55). Atau bisa diambil kesimpulan bahwa laba
adalah selisih antara pendapatan dengan biaya-biaya perusahaan, sedangkan
pendapatan lebih besar dari biaya yang
dikeluarkan perusahaan.
Dalam pemaksimalan laba, diperlukan
strategi-strategi khusus dari perusahaan bagi tiap-tiap divisi atau pihak unit.
Diantaranya strategi untuk manajemen pemasaran akan berbeda dengan strategi
manajemen keuangan, begitu pula akan berbeda dengan strategi manajemen sumber daya manusia. Strategi
yang cukup penting dan berpengaruh adalah strategi manajemen pemasaran. Strategi
merupakan segala cara yang harus dilakukan suatu organisasi untuk mencapai
tujuan dari organisasi tersebut yang telah ditetapkan sebelumnya (Wardana,
2014:180). Sedangkan pengertian manajemen pemasaran sendiri menurut Assauri
(1987:12) adalah kegiatan penganalisisan, perencanaan, pelaksanaan, dan
pengendalian program-program yang dibuat untuk membentuk, membangun, dan memelihara keuntungan dari pertukaran melalui sasaran pasar guna mencapai tujuan
organisasi (perusahaan) dalam jangka panjang. Selain itu menurut Kotler (1997:13) manajemen
pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan pemikiran, penetapan harga,
promosi, serta penyaluran gagasan, barang, dan jasa untuk menciptakan
pertukaran yang memuaskan tujuan-tujuan individu dan organisasi. Jadi strategi
manajemen pemasaran adalah suatu cara yang digunakan untuk melakukan analisa,
perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian yang bertujuan untuk menghasilkan
kepuasan bagi pihak-pihak yang terlibat. Assauri (1987:13) menyatakan, “Secara
singkat manajemen pemasaran mencakup seluruh falsafat, konsep, tugas, dan
proses manajemen pemasaran”. Assauri juga menyebutkan bahwa ruang lingkup
manajemen pemasaran meliputi
a. Menentukan
konsep dan proses pemasaran
b. Faktor
lingkungan pemasaran
c. Analisis
pasar
d. Pemilihan
sasaran (target) pasar
e. Perencanaan
pemasaran perusahaan
f. Kebijakan
dan strategi pemasaran terpadu (Marketing
Mix-Strategy)
g. Kebijakan
dan strategi produk
h. Kebijakan
dan strategi harga
i.
Kebijakan dan strategi penyaluran
j.
Kebijakan dan strategi promosi
k. Organisasi
pemasaran
l.
Sistem informasi pemasaran
m. Pengendalian
pemasaran
n. Manajemen
penjual
o. Pemasaran
internasional
Strategi Pemasaran Terpadu (Marketing
Mix Strategy) merupakan inti dari suatu konsep manajemen pemasaran dalam
falsafah dan sistem pemasaran (Assauri,1987:12). Menurut Assauri, strategi
manajemen pemasaran meliputi strategi orientasi pasar, pengembangan acuan
pemasaran (marketing mix), serta
taktik pemasaran secara terpadu. Selain itu didalam buku Kotler (1997), Kotler
menambahkan beberapa strategi antara lain diferensiasi Produk,Pelayanan,
Personil, Saluran, dan Citra. Strategi manajemen pemasaran ini dilakukan untuk
meningkatkan daya guna suatu barang yang akan didistribusikan kepada
masyarakat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar