Sabtu, 14 November 2015

Latar Belakang tugas B.indo belum jadi



STRATEGI MANAJEMEN PEMASARAN UNTUK MEMAKSIMALKAN LABA PERUSAHAAN
oleh:
Uswatun Khasanah


1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Di dalam dunia usaha saat ini persaingan semakin ketat antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya yang memproduksi barang ataupun jasa. Perusahaan-perusahaan tersebut membutuhkan indikator-indikator penentu untuk mencapai keberhasilan perusahaan. Salah satu indikator penting dalam suatu perusahaan adalah Manajemen. Menurut Wardana (2014:2) Manajemen adalah proses pengkoordinasi dan  mengintegrasikan kegiatan-kegiatan kerja agar hasil yang diselesaikan dapat menghasilkan sesuatu secara efisien dan efektif dengan melalui orang lain. Suatu perusahaan membutuhkan manajemen untuk menjalankan proses produksi perusahaannya. Karena dengan menggunakan prinsip manajemen maka perusahaan bisa berjalan atau beroperasi dengan baik.
Pada dasarnya perusahaan-perusahaan saling berkompetisi karena memiliki tujuan  yang jelas dan tentunya sama dengan perusahaan lain, yaitu laba. Oleh karena itu, laba dibutuhkan dan penting agar perusahaan tetap going concern (Yuliawati,2011). Selain itu laba juga penting karena laba digunakan sebagai dasar pemberian kompensasi dan bonus karyawan, dasar penentu pajak yang harus dibayarkan, dasar penilaian kenaikan kemakmuran karyawan dan perusahaan, serta sebagai alat pengendali alokasi sumber daya ekonomi perusahaan (Materi Akuntansi). Karena mengingat pentingnya laba yang cukup besar bagi perusahaan, maka perusahaan-perusahaan saling bersaing untuk mendapatkan laba. Karena jika perusahaan mengalami kerugian atau mendapatkan laba yang rendah maka akan berpengaruh terhadap stabilitas kelangsungan kinerja perusahaan.
Laba sering diartikan  sebagai ukuran untuk menilai prestasi perusahaan (Muhammad, 2014).  Menurut Wild, Subramanyam, dan Halsey (2005: 25) mendefenisikan laba sebagai berikut: Laba (earnings) atau laba bersih (net income) mengindikasikan profitabilitas perusahaan. Laba mencerminkan pengembalian kepada pemegang ekuitas untuk periode bersangkutan, sementara pos-pos dalam  laporan merinci bagaimana laba didapat. Selain itu, Laba adalah kenaikan modal (aktiva bersih) yang berasal dari transaksi sampingan atau transaksi yang jarang terjadi dari suatu badan usaha, dan dari semua transaksi atau kejadian lain yang mempunyai badan usaha selama satu periode, kecuali yang timbul dari pendapatan (revenue) atau investasi pemilik (Baridwan, 1992: 55).  Atau bisa diambil kesimpulan bahwa laba adalah selisih antara pendapatan dengan biaya-biaya perusahaan, sedangkan pendapatan  lebih besar dari biaya yang dikeluarkan perusahaan.
            Dalam pemaksimalan laba, diperlukan strategi-strategi khusus dari perusahaan bagi tiap-tiap divisi atau pihak unit. Diantaranya strategi untuk manajemen pemasaran akan berbeda dengan strategi manajemen keuangan, begitu pula akan berbeda dengan  strategi manajemen sumber daya manusia. Strategi yang cukup penting dan berpengaruh adalah strategi manajemen pemasaran. Strategi merupakan segala cara yang harus dilakukan suatu organisasi untuk mencapai tujuan dari organisasi tersebut yang telah ditetapkan sebelumnya (Wardana, 2014:180). Sedangkan pengertian manajemen pemasaran sendiri menurut Assauri (1987:12) adalah kegiatan penganalisisan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian program-program yang dibuat untuk membentuk, membangun, dan  memelihara keuntungan dari pertukaran  melalui sasaran pasar guna mencapai tujuan organisasi (perusahaan) dalam jangka panjang.  Selain itu menurut Kotler (1997:13) manajemen pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan pemikiran, penetapan harga, promosi, serta penyaluran gagasan, barang, dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan-tujuan individu dan organisasi. Jadi strategi manajemen pemasaran adalah suatu cara yang digunakan untuk melakukan analisa, perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian yang bertujuan untuk menghasilkan kepuasan bagi pihak-pihak yang terlibat. Assauri (1987:13) menyatakan, “Secara singkat manajemen pemasaran mencakup seluruh falsafat, konsep, tugas, dan proses manajemen pemasaran”. Assauri juga menyebutkan bahwa ruang lingkup manajemen pemasaran meliputi
a.       Menentukan konsep dan proses pemasaran
b.      Faktor lingkungan pemasaran
c.       Analisis pasar
d.      Pemilihan sasaran (target) pasar
e.       Perencanaan pemasaran perusahaan
f.       Kebijakan dan strategi pemasaran terpadu (Marketing Mix-Strategy)
g.      Kebijakan dan strategi produk
h.      Kebijakan dan strategi harga
i.        Kebijakan dan strategi penyaluran
j.        Kebijakan dan strategi promosi
k.      Organisasi pemasaran
l.        Sistem informasi pemasaran
m.    Pengendalian pemasaran
n.      Manajemen penjual
o.      Pemasaran internasional
Strategi Pemasaran Terpadu (Marketing Mix Strategy) merupakan inti dari suatu konsep manajemen pemasaran dalam falsafah dan sistem pemasaran (Assauri,1987:12). Menurut Assauri, strategi manajemen pemasaran meliputi strategi orientasi pasar, pengembangan acuan pemasaran (marketing mix), serta taktik pemasaran secara terpadu. Selain itu didalam buku Kotler (1997), Kotler menambahkan beberapa strategi antara lain diferensiasi Produk,Pelayanan, Personil, Saluran, dan Citra. Strategi manajemen pemasaran ini dilakukan untuk meningkatkan daya guna suatu barang yang akan didistribusikan kepada masyarakat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar