2.
PEMBAHASAN
2.1 Mendeskripsikan Strategi
Manajemen Pemasaran untuk Memaksimalkan Laba Perusahaan melalui Orientasi Pasar
Seiring meningkatnya persaingan global
dan perubahan dalam kebutuhan pelanggan, dimana perusahaan menyadari bahwa mereka harus selalu dekat dengan
pasarnya. Sehingga orientasi pasar merupakan hal yang penting bagi pelanggan, dan juga untuk tercapainya
tujuan pemasaran perusahaan. Konsep pemasaran dan orientasi pasar dipandang
sebagai salah satu fokus perhatian manajemen pemasaran untuk mengartikulasikan
strategi-strategi yang dikembangkan. Perusahaan-perusahaan akan berhasil secara
gemilang bila mereka secara cermat dapat memilih pasar-pasar sasarannya dan
memiliki program-program pemasaran yang sudah direncanakan.
Market orientation atau orentasi pasar
menurut Narver and Slater (1990) “as the competitive strategy that most
efficiently generates the right kinds of behavior to create enhanced value for
the consumer and therefore assures better long-term resultsfor corporations.”
Dari pengertian ini menunjukkan bahwa perusahaan yang berorentasi pasar
senantiasa melakukan efisiensi dan selalu berusaha menciptakan nilai lebih bagi
pelanggannya yang diharapkan akan dapat memberikan keuntungan jangka panjang
bagi perusahaan.
Pendapat yang sama juga dikemukakan
oleh Tjiptono & Chandra (2012:30) Orientasi pasar (Market Orientation)
merupakan ukuran perilaku dan aktivitas yang mencerminkan implementasi konsep
pemasaran. Pendapat Cravens (2000:6) mengenai orientasi pasar adalah suatu orientasi
bisnis, sehingga pelanggan dijadikan sebagai vocal point dan totalitas
operasional perusahaan. Berdasarkan beberapa definisi di atas, dapat ditarik
kesimpulan bahwa orientasi pasar merupakan penelitian pasar ke seluruh
perusahaan guna mengetahui kebutuhan pelanggan saat ini dan yang akan datang
Narver dan Slater (1990, p. 21-22) menyatakan orientasi
pasar terdiri dari 3 komponen perilaku yaitu orientasi pelanggan, orientasi
pesaing dan koordinasi interfungsional. Menurut
Narver & Slater (Tjiptono&Chandra, 2012:31)
a.
Orientasi Pelanggan adalah pemahaman yang memadai atas
pembeli sasaran agar mampu menciptakan nilai superior bagi mereka secara
berkesinambungan.
b.
Orientasi Pesaing adalah perusahaan memahami
keunggulan dan kelemahan jangka pendek serta kapabilitas dan strategi jangka
panjang para pesaing utama saat ini dan pesaing potensial
c.
Koordinasi Interfungsional (antarfungsi) merupakan
pemanfaatan sumber daya perusahaan secara terkoordinasi dalam rangka
menciptakan nilai superior bagi para pelanggan sasaran.
Pedoman
orientasi pasar dalam melakukan kegiatan pemasaran dibagi menjadi lima konsep,
meliputi konsep produksi, konsep produk, konsep penjualan, konsep pemasaran,
dan konsep pemasaran sosial (Kotler, 2002:19).
Berikut adalah lima konsep menurut Dhewi
(2013:2-7)
1.
Konsep Produksi
Konsep produksi merupakan salah satu
konsep tertua yang dianut para penjual.
Konsep
produksi berpendapat bahwa konsumen akan memilih produk-produk yang mudah
didapat dan murah harganya. Manajer organisasi yang berorientasi pada produksi
akan berkonsentrasi pada upaya mencapai efisiensi produksi yang tinggi dan
cakupan distribusi yang luas.
2.
Konsep Produk
Konsep produk berpendapat bahwa konsumen akan memilih produk-produk yang
menawarkan kualitas, kinerja, atau ciri-ciri inovatif terbaik.
Manajer
dalam perusahaan yang berorientasi produk memusatkan perhatiannya untuk membuat
produk superior dan menyempurnakannya terus-menerus. Perusahaan yang
berorientasi produk seringkali merancang produk dengan sedikit atau bahkan
tanpa masukan dari konsumen. Bahkan perusahaan seringkali tidak mempelajari
produk pesaing.
3.
Konsep Penjualan
Konsep penjualan
berpendapat bahwa agar konsumen bersedia membeli produk dalam jumlah memadai
maka perusahaan harus melakukan usaha penjualan dan promosi yang agresif.
Konsep ini beranggaan bahwa biasanya
konsumen enggan membeli dan harus didorong supaya membeli, dan bahwa perusahaan
memiliki banyak cara promosi dan penjualan yang efektif untuk merangsang
pembelian.
Kebanyakan perusahaan mempraktekkan konsep penjualan ketika
mengalami kelebihan kapasitas produksi. Tujuan mereka adalah menjual apa yang
mereka buat; bukan membuat apa yang diinginkan pasar.
4.
Konsep Pemasaran
Konsep
pemasaran merupakan filosofi bisnis yang menantang konsep-konsep terdahulu.
Dasar-dasarnya dikembangkan pada pertengahan dekade 1950an.
Konsep
pemasaran berpendapat bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari
penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran dan pemenuhan kepuasan yang
diinginkan secara lebih efektif dan efisien daripada para pesaing.
Theodore
Levitt membuat perbandingan antara konsep penjualan dan konsep pemasaran
sebagai berikut.
|
Konsep
|
Titik Awal
|
Fokus
Kegiatan
|
Sarana
Pendukung
|
Tujuan
|
|
Penjualan
|
Pabrik
|
Produk
|
Penjualan
dan Promosi
|
Laba
melalui volume penjualan
|
|
Pemasaran
|
Pusat
perhatian
|
Kebutuhan
konsumen
|
Pemasaran
terkoordinasi
|
Laba
melalui kepuasan konsumen
|
5.
Konsep Pemasaran Sosial
Konsep
pemasaran sosial dipilih untuk menghindari konflik potensial di antarakeinginan
konsumen, kepentingan konsumen, dan kesejahteraan sosial jangka panjang.
Konsep
pemasaran sosial berpendapat bahwa tugas pemasaran adalah menentukan kebutuhan,
keinginan, serta kepentingan pasara sasaran dan memenuhinya dengan lebih
efektif dan lebh efisien daripada para pesaing dengan cara mempertahankan dan
meningkatkan kesejahteraan konsumen dan masyarakat.
Konsep
pemasaran sosial menuntut para pemasar menyeimbangkan tiga faktor dalam
menentukan kebijakan pemasaran, yaitu laba perusahaan, kepuasan konsumen,dan
kepentingan publik. Dengan konsep ini, perusahaan mendasarkan keputusan
pemasaran dalam orientasi pasar bukan hanya untuk memaksimalkan laba
perusahaan, tetapi juga memuaskan keinginan konsumen, sebagai akibat dari
penciptaan nilai pelanggan yang unggul.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar