Selasa, 17 November 2015

PEMBAHASAN



2. PEMBAHASAN
2.1 Mendeskripsikan Strategi Manajemen Pemasaran untuk Memaksimalkan Laba Perusahaan melalui Orientasi Pasar
Seiring meningkatnya persaingan global dan perubahan dalam kebutuhan pelanggan, dimana perusahaan menyadari bahwa mereka harus selalu dekat dengan pasarnya. Sehingga orientasi pasar merupakan hal yang penting  bagi pelanggan, dan juga untuk tercapainya tujuan pemasaran perusahaan. Konsep pemasaran dan orientasi pasar dipandang sebagai salah satu fokus perhatian manajemen pemasaran untuk mengartikulasikan strategi-strategi yang dikembangkan. Perusahaan-perusahaan akan berhasil secara gemilang bila mereka secara cermat dapat memilih pasar-pasar sasarannya dan memiliki program-program pemasaran yang sudah direncanakan.
Market orientation atau orentasi pasar menurut Narver and Slater (1990) “as the competitive strategy that most efficiently generates the right kinds of behavior to create enhanced value for the consumer and therefore assures better long-term resultsfor corporations.” Dari pengertian ini menunjukkan bahwa perusahaan yang berorentasi pasar senantiasa melakukan efisiensi dan selalu berusaha menciptakan nilai lebih bagi pelanggannya yang diharapkan akan dapat memberikan keuntungan jangka panjang bagi perusahaan.
            Pendapat yang sama juga dikemukakan oleh Tjiptono & Chandra (2012:30) Orientasi pasar (Market Orientation) merupakan ukuran perilaku dan aktivitas yang mencerminkan implementasi konsep pemasaran. Pendapat Cravens (2000:6) mengenai orientasi pasar adalah suatu orientasi bisnis, sehingga pelanggan dijadikan sebagai vocal point dan totalitas operasional perusahaan. Berdasarkan beberapa definisi di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa orientasi pasar merupakan penelitian pasar ke seluruh perusahaan guna mengetahui kebutuhan pelanggan saat ini dan yang akan datang
Narver dan Slater (1990, p. 21-22) menyatakan orientasi pasar terdiri dari 3 komponen perilaku yaitu orientasi pelanggan, orientasi pesaing dan koordinasi interfungsional. Menurut Narver & Slater (Tjiptono&Chandra, 2012:31)
a.    Orientasi Pelanggan adalah pemahaman yang memadai atas pembeli sasaran agar mampu menciptakan nilai superior bagi mereka secara berkesinambungan.
b.    Orientasi Pesaing adalah perusahaan memahami keunggulan dan kelemahan jangka pendek serta kapabilitas dan strategi jangka panjang para pesaing utama saat ini dan pesaing potensial
c.    Koordinasi Interfungsional (antarfungsi) merupakan pemanfaatan sumber daya perusahaan secara terkoordinasi dalam rangka menciptakan nilai superior bagi para pelanggan sasaran.
Pedoman orientasi pasar dalam melakukan kegiatan pemasaran dibagi menjadi lima konsep, meliputi konsep produksi, konsep produk, konsep penjualan, konsep pemasaran, dan konsep pemasaran sosial (Kotler, 2002:19).
Berikut adalah lima konsep menurut Dhewi (2013:2-7)
1.        Konsep Produksi
Konsep produksi merupakan salah satu konsep tertua yang dianut para penjual.
                        Konsep produksi berpendapat bahwa konsumen akan memilih produk-produk yang mudah didapat dan murah harganya. Manajer organisasi yang berorientasi pada produksi akan berkonsentrasi pada upaya mencapai efisiensi produksi yang tinggi dan cakupan distribusi yang luas.
2.        Konsep Produk
Konsep produk berpendapat bahwa konsumen akan memilih produk-produk yang menawarkan kualitas, kinerja, atau ciri-ciri inovatif terbaik.
Manajer dalam perusahaan yang berorientasi produk memusatkan perhatiannya untuk membuat produk superior dan menyempurnakannya terus-menerus. Perusahaan yang berorientasi produk seringkali merancang produk dengan sedikit atau bahkan tanpa masukan dari konsumen. Bahkan perusahaan seringkali tidak mempelajari produk pesaing.

3.    Konsep Penjualan
Konsep penjualan berpendapat bahwa agar konsumen bersedia membeli produk dalam jumlah memadai maka perusahaan harus melakukan usaha penjualan dan promosi yang agresif.
            Konsep ini beranggaan bahwa biasanya konsumen enggan membeli dan harus didorong supaya membeli, dan bahwa perusahaan memiliki banyak cara promosi dan penjualan yang efektif untuk merangsang pembelian.
                          Kebanyakan perusahaan mempraktekkan konsep penjualan ketika mengalami kelebihan kapasitas produksi. Tujuan mereka adalah menjual apa yang mereka buat; bukan membuat apa yang diinginkan pasar.
4.    Konsep Pemasaran
Konsep pemasaran merupakan filosofi bisnis yang menantang konsep-konsep terdahulu. Dasar-dasarnya dikembangkan pada pertengahan dekade 1950an.
Konsep pemasaran berpendapat bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran dan pemenuhan kepuasan yang diinginkan secara lebih efektif dan efisien daripada para pesaing.
Theodore Levitt membuat perbandingan antara konsep penjualan dan konsep pemasaran sebagai berikut.
Konsep
Titik Awal
Fokus Kegiatan
Sarana Pendukung
Tujuan
Penjualan
Pabrik
Produk
Penjualan dan Promosi
Laba melalui volume penjualan
Pemasaran
Pusat perhatian
Kebutuhan konsumen
Pemasaran terkoordinasi
Laba melalui kepuasan konsumen
5.    Konsep Pemasaran Sosial
Konsep pemasaran sosial dipilih untuk menghindari konflik potensial di antarakeinginan konsumen, kepentingan konsumen, dan kesejahteraan sosial jangka panjang.
Konsep pemasaran sosial berpendapat bahwa tugas pemasaran adalah menentukan kebutuhan, keinginan, serta kepentingan pasara sasaran dan memenuhinya dengan lebih efektif dan lebh efisien daripada para pesaing dengan cara mempertahankan dan meningkatkan kesejahteraan konsumen dan masyarakat.
Konsep pemasaran sosial menuntut para pemasar menyeimbangkan tiga faktor dalam menentukan kebijakan pemasaran, yaitu laba perusahaan, kepuasan konsumen,dan kepentingan publik. Dengan konsep ini, perusahaan mendasarkan keputusan pemasaran dalam orientasi pasar bukan hanya untuk memaksimalkan laba perusahaan, tetapi juga memuaskan keinginan konsumen, sebagai akibat dari penciptaan nilai pelanggan yang unggul.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar