Selasa, 27 Oktober 2015

LAPORAN KEUANGAN



LAPORAN KEUANGAN
MAKALAH
PENGANTAR AKUNTANSI
USWATUN KHASANAH
150413600158
SEPTIAN EKO WIDIANTORO
150413603584
ZAHARA JESIALUFI
150413600896



UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS EKONOMI
JURUSAN MANAJEMEN
September 2015






KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kita berbagai macam nikmat, sehingga aktifitas hidup yang kita jalani ini akan selalu membawa keberkahan, baik kehidupan di alam dunia ini, lebih-lebih lagi pada kehidupan akhirat kelak, sehingga semua cita-cita serta harapan yang ingin kita capai menjadi lebih mudah dan penuh manfaat.
Terima kasih sebelum dan sesudahnya kami ucapkan kepada Dosen serta teman-teman sekalian yang telah membantu, baik bantuan berupa moriil maupun materil, sehingga makalah ini terselesaikan dalam waktu yang telah ditentukan. Kami menyadari sekali, didalam penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan serta banyak kekurangan-kekurangnya, baik dari segi tata bahasa maupun dalam hal isi makalah. Oleh karena itu, kami meminta maaf kepada dosen serta teman-teman sekalian, yang kadangkala juga kami hanya menuruti egoisme pribadi, untuk itu besar harapan kami jika ada kritik dan saran yang membangun untuk lebih menyempurnakan makalah-makalah kami dilain waktu.
Harapan yang paling besar dari penyusunan makalah ini ialah, mudah-mudahan apa yang kami susun ini penuh manfaat, baik untuk pribadi, teman-teman, serta orang lain yang ingin mengambil atau menyempurnakan lagi atau sebagai tambahan dalam menambah referensi yang telah ada.
Malang, 1 September 2015
Penyusun




DAFTAR ISI
Halaman Judul
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I             PENDAHULUAN
1.1          Latar Belakang
2.1          Rumusan Masalah
3.1          Tujuan Penulisan

BAB II              PEMBAHASAN
1.1              Pengertian dari Laporan Keuangan
2.1              Prinsip Laporan Keuangan
3.1              Tujuan Pembuatan Laporan Keuangan
4.1              Macam-macam Laporan Keuangan
5.1              Syarat-syarat Laporan Keuangan
6.1              Hubungan antar Laporan Keuangan
7.1              Pengguna Laporan Keuangan
8.1              Prosedur Analisis Laporan Keuangan
9.1              Teknik Analisis Laporan Keuangan
10.1          Analisis Laporan Keuangan untuk Mengevaluasi
 Kinerja Perusahaan
11.1          Keterbatasan Laporan Keuangan

BAB III            PENUTUP
1.1              Kesimpulan
2.1              Saran

DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1              Latar Belakang

Di era globalisasi saat ini, berbagai perusahaan telah berkembang diseluruh penjuru dunia. Tak terkecuali juga banyak bermunculan perusahaan di Indonesia. Perusahaan-perusahaan itu terdiri dari perusahaan jasa, perusahaan dagang, maupun perusahaan manufaktur (industri). Setiap perusahaan pasti memiliki rencana keuangan atau anggaran yang berbeda. Oleh karena itu, setiap perusahaan harus memiliki laporan keuangan dalam setiap periode tertentu.
Laporan keuanganini ditujukan untuk pihak-pihak yang memiliki kepentingan terhadap perkembangan suatu perusahaan. Laporan keuangan sangatlah perlu untuk mengetahui kondisi keuangan suatu perusahaan yang telah tercermin dalam laporan keuangannya. Laporan keuangan dibuat dengan maksud memberikan gambaran kemajuan perusahaan secara periodik serta digunakan dalam pengambilan keputusan terkait dengan perekonomian perusahaan, apakah masih stabil atau tidak. Laporan keuangan terdiri dari data-data yang merupakan hasil dari kombinasi antara fakta yang telah dicatat, prinsip-prinsip, dan kebiasaan-kebiasaan dalam akuntansi serta pendapat pribadi yang tertuang dalam prinsip akuntansi Indonesia tahun 1984.
Suatu laporan keuangan haruslah disajikan dalam bentuk yang dapat dipahami, handal, relevan dan dapat diperbandingkan. Apalagi ditambah dengan perkembangan pasar modal di Indonesia yang menyebabkan adanya permintaan akan transparansi kondisi keuangan perusahaan. Laporan keuangan disusun dan disajikan sekurang-kurangnya sekali dalam setahun untuk memenuhi kebutuhan para pengguna.
Hal inilah yang membuat penulis mengangkat topik laporan keuangan untuk dibahas secara terperinci dengan judul Analisis Laporan Keuangan.

2.1              Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan sebelumnya, peneliti merumuskan masalah penelitian sebagai berikut:
1.              Apakah Pengertian dari Laporan Keuangan?
2.              Apa saja Prinsip Laporan Keuangan?
3.              Apakah Tujuan Pembuatan Laporan Keuangan?
4.              Apa saja Macam-macam Laporan Keuangan?
5.              Apa saja Syarat-syarat Laporan Keuangan?
6.              Bagaimana Hubungan antar Laporan Keuangan?
7.              Siapa saja Pengguna Laporan Keuangan?
8.              Apa Prosedur Analisis Laporan Keuangan?
9.              Bagaimana Teknik Analisis Laporan Keuangan?
10.         Bagaimana Analisis Laporan Keuangan untuk Mengevaluasi Kinerja Perusahaan?
11.          Apakah Keterbatasan Laporan Keuangan








3.1              Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan adalah untuk mengetahui jawaban rumusan masalah diatas, antara lain:
1.              Apakah Pengertian dari Laporan Keuangan
2.              Apa saja Konsep dan Prinsip Laporan Keuangan
3.              Apakah Tujuan Pembuatan Laporan Keuangan
4.              Apa saja Macam-macam Laporan Keuangan
5.              Apa saja Syarat-syarat Laporan Keuangan
6.              Bagaimana Hubungan Laporan Keuangan
7.              Siapa saja Pengguna Laporan Keuangan
8.              Apa Prosedur Analisis Laporan Keuangan
9.              Bagaimana Teknik Analisis Laporan Keuangan
10.         Bagaimana Analisis Laporan Keuangan untuk Mengevaluasi Kinerja Perusahaan
11.          Apakah Keterbatasan Laporan Keuangan










                                                                                                                      
BAB II
PEMBAHASAN

1.1         Pengertian dari Laporan Keuangan
·         Laporan Keuangan adalah laporan yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan pada saat ini atau dalam suatu periode tertentu. (Lulu, 2014:4)
·         Laporan Keuangan adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan kondisi keuangan dan hasil operasi perusahaan. (Djarwanto, 1984:2)
·         Laporan Keuangan adalah laporan yang ada pada setiap perusahaan pada suatu waktu (periode)yang memiliki kewajiban untuk melaporkan semua kegiatan keuangannya. Laporan ini berisi jumlah aktivitas yang berhubungan dengan uang masuk (pendapatan) dan uang keluar (biaya-biaya), sehingga terlihat besaran angka-angka yang mampu menjelaskan keuangan perusahaan dalam suatu periode. Oleh karena itu, setiap perusahaan harus mampu menyajikan laporan keuangannya secara berkala agar terlihat aktivitas keuangan perusahannya.(Kasmir, 2011).
·         Laporan keuangan adalah suatu alat bantu yang dapat digunakan untuk membuat suatu keputusan antara lain mengenai rencana-rencanan perusahaan, penanaman modal/investasi,  pencarian sumber-sumber dana oprasi perusahaan lainnya (Amin Wijaya Tunggal, 1995).
·         Sedangkan Laporan Keuangan yang terdapat dalam buku  “Financial Statement Analysis” adalah sebagai berikut:
“Dua daftar yang disusun oleh Akuntan pada akhir periode untuk suatu perusahaan. Kedua daftar itu adalah daftar neraca atau daftar posisi keuangan dan daftar pendapatan atau daftar rugi – laba.
Pada waktu akhir – akhir ini sudah menjadi kebiasaan bagi perseroan – perseroan untuk menambahkan daftar ketiga yaitu daftar surplus atau daftar laba yang tak dibagikan (laba yang ditahan)”.
Dari beberapa pengertian yang diungkapkan oleh beberapa ahli diatas, maka dapat disimpulkan bahwa laporan keuangan adalah bentuk pertanggungjawaban keuangan bagi perusahaan.

2.1         Prinsip Laporan Keuangan
Prinsip akuntansi merupakan peraturan umum yang dijabarkan dari tujuan laporan keuangan, postulate akuntansi, dan konsep akuntansi. Rangkaian inilah yang menjadi dasar dalam pengembangan teknik atau prinsip akuntansi. Di sini pengertian prinsip dan teknik agak rancu. Dalam kebiasaan sehari-hari, teknik akuntansi disebut prinsip atau standar akuntansi. Misalnya dalam Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI) dahulu dipakai istilah prinsip dan sekarang telah diganti namanya menjadi Standar Akuntansi Keuangan.

1. Accounting Entity (entitas)
yang menjadi fokus perhatian akuntansi adalah "entity" tertentu atau lembaga tertentu yang akan dilaporkan, bukan lembaga lainnya.

2. Going Concern (kontinuitas operasi)
Dalam menyusun laporan keuangan harus dianggap bahwa perusahaan (entity) yang dilaporkan terus beroperasi di masa-masa yang akan datang. Jika perusahaan dianggap tidak mampu melanjutkan usahanya harus diungkapkan oleh akuntan.




3. Measurement (Pengukuran)
Akuntansi adalah sebagai media pengukuran sumber-sumber ekonomi (Economic Resources) dan kewajiban (Liability). Akuntansi harus mengukur hasil transaksi, ukuran yang dipakai adalah unit moneter.

4. Time Period (Periode Waktu)
Laporan keuangan menyajikan informasi untuk suatu waktu atau periode tertentu. Laporan harus memiliki batas waktu yang jelas.

5. Monetary Unit (Unit Moneter)
Pengukuran setiap transaksi adalah dalam bentuk nilai atau unit uang.

6. Accrual
penentuan pendapatan dan biaya dari posisi harta dan kewajiban ditetapkan berdasarkan kejadiannya tanpa melihat apakah transaksi pembayaran atau penerimaan kas telah dilakukan atau belum.

7. Exchange Price (Harga Pertukaran)
Nilai yang terdapat dalam laporan keuangan didasarkan pada harga pertukaran pada saat terjadinya transaksi.

8. Aproximation (Penaksiran)
Dalam akuntansi tidak dapat dihindarkan penaksiran-penaksiran. Seperti taksiran umur, taksiran harga, pemilihan prinsip yang digunakan, dan sebagainya.

9. Judgment (Pertimbangan)
Dalam menyusun laporan keuangan banyak diperlukan pertimbangan-perimbangan berdasarkan keahlian, baik pertimbangan memilih alternatif prinsip maupun pemilihan cara penyajian dalam laporan keuangan.

10. General Purpose (Bertujuan Umum)
Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan yang dihasilkan akuntansi keuangan ditujukan buat pemakai secara umum, bukan pemakai khusus.

11. Interrelated Statement (laporan yang sangat terkait)
Neraca, Daftar Laba/Rugi, dan Laporan Sumber dan Penggunaan Kas mempunyai hubungan yang sangat erat dan berkaitan Angka dari neraca laba/rugi saling berkaitan.
12. Substance Over Form
Akuntansi lebih menekankan kenyataan ekonomis suatu kejadian daripada bukti legalnya atau formalnya.

13. Materiality (materialitas)
Laporan keuangan hanya memuat informasi yang dianggap penting. Dan dalam setiap pertimbangan yang dilakukannya tetap melihat signifikasinya secara umum. Indikator materialitasnya adalah dikaitkan dengan dampaknya terhadap laporan keuangan.
3.1         Tujuan Pembuatan Laporan Keuangan
Tujuan Umum:
Laporan keuangan bertujuan untuk memberikan informasi keuangan suatu perusahaan secara lengkap, baik kepada pemilik, menejemen, maupun pihak luar yang berkepentingan terhadap laporan tersebut.
Dalam laporan keuangan termuat informasi mengenai jumlah kekayaan (assets) dan jenis-jenis kekayaan: kewajiban-kewajiban (utang), baik jangka panjang maupun jangka pendek; serta ekuitas (modal) yang dimiliki perusahaan tersebut. Informasi yang disebutkan di atas tergambar dalam neraca.

Selain itu, laporan keuangan juga memberikan informasi tentang hasil-hasil usaha yang diperoleh perusahaan dalam suatu periode tertentu dan biaya-biaya atau beban yang dikeluarkan untuk memperoleh hasil tersebut. Informasi ini akan termuat dalam laporan laba rugi. Laporan keuangan perusahaan juga memberikan gambaran tentang arus kas suatu perusahaan seperti yang tergambar dalam laporan arus kas.
Pembuatan masing-masing laporan keuangan memiliki tujuan tersendiri. Secara umum tujuan pembuatan laporan keuangan perusahaan adalah sebagai berikut :
1.      Memberikan informasi keungan tentang jumlah aktiva (harta) dan jenis-jenis aktiva;
2.      Memberikan infaormasi tentang jumlah kewajiban, jenis-jenis kewajiban, dan jumlah modal;
3.      Memberikan informasi tentang hasil usaha yang tercermin dari jumlah pendapatan yang diperoleh dan sumber-sumber pendapatan;
4.      Memberikan informasi tentang jumlah biaya yang dikeluarkan berikut jenis-jenis biaya dalam periode tertentu;
5.      Memberikan informasi tentang perubahan-perubahan yang terjadi dalam aktiva, kewajiban, dan modal suatu perusahaan;
6.      Memberikan informasi tentang kinerja manajemen dalam suatu periode dari hasil laporan keuangan yang disajikan.

Dari laporan keuangan akan tergambarkan kondisi keuangan suatu perusahaan, sehingga memudahkan untuk menilai kinerja manajemen perusahaan yang bersangkutan. Penilainaan kinerja manajemen akan menjadi patokan atau ukuran keberhasilan manajemennya dalam menjalankan kebijakan yang telah digariskan oleh perusahaan.
Jadi, dari laporan keuangan tergambar kinerja manajemen masa lalu yang sekaligus merupakan gambaran kinerja ke depan. Laporan yang disajikan akan dinilai melalui rasio-rasio kauangan yang ada, sehingga akan diketahui kondisi keuangan perusahaan yang sesungguhnya.(Kasmir,2011)

Tujuan Khusus:
Menyajikan secara wajar dan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum mengenai posisi keuangan, hasil usaha, dan perubahan lain dalam posisi keuangan (Hery, 2012:4)

Tujuan Kualitatif:
a.    Relevance
Memilih informasi yang benar-benar dapat membantu pemakai laporan dalam proses pengambilan keputusan.
b.    Understandability
Informasi yang dipilih untuk disajikan bukan saja yang penting tetapi juga harus informasi yang dimengerti para pemakainya.
c.    Verifiability
Hasil akuntansi itu harus dapat diperiksa oleh pihak lain yang akan menghasilkan pendapat yang sama.
d.    Neutrality
Laporan akuntansi itu netral terhadap pihak-pihak yang berkepentingan.
e.    Timeliness
Laporan akuntansi hanya bermanfaat untuk pengambilan keputusan apabila diserahkan pada saat yang tepat.
f.     Comparability
Informasi akuntansi harus dapat saling dibandingkan, artiya akuntansi harus memiliki prinsip yang sama baik untuk suatu perusahaan maupun perusahaan lain.
g.    Completeness
Informasi akuntansi yang dilaporkan harus mencakup semua kebutuhan yang layak dari para pemakai.
4.1         Macam-macam Laporan Keuangan
Dalam laporan keuangan harus memiliki unsur-unsur, antara lain:

1.        Laporan Posisi Keuangan atau Balance Sheet (Neraca)
Menggambarkan posisi keuangan perusahaan pada satu tanggal tertentu. Laporan posisi keuangan menggambarkan posisi harta, utang, dan modal pada tanggal tertentu.
Hubungan antara Asset, Liabilities, dan Equity dapat dijelaskan dengan rumus sederhana dibawah ini:

Asset = Liabilities + Equity


Asset adalah segala sesuatu yang dimiliki oleh perusahaan seperti uang tunai, piutang dagang, tanah dan bangunan.
Liabilities adalah kewajiban keuangan perusahaan pada perbankan, pemasok, dan lainnya.
Equity adalah sumber pendanaan perusahaan yang berasal dari pemegang saham.

Kegunaan Neraca adalah memberikan informasi tentang :
1. Likuiditas
2. Fleksibilitas finansial

Keterbatasan Neraca :
1. Neraca tidak menggambarkan nilai sekarang (nilai yang berlaku pada tanggal neraca).
2. Penggunaan prinsip harga perolehan berakibat tidak dapat dihindarkannya unsur-unsur taksiran.
3. Tidak seluruh informasi yang bernilai finansial bagi perusahaan dapat disajikan di dalam neraca.
Penggolongan dan penyajian rekening-rekening di dalam neraca:
Rekening-rekening di dalam neraca dibagi menjadi tiga golongan utama, yaitu :
1. Aktiva
Merupakan jumlah uang yang dinyatakan atas sumber-sumber ekonomi yang dimiliki oleh perusahaan, baik uang berupa uang, barang maupun hak-hak yang dijamin oleh undang-undang atau pihak-pihak tertentu yang timbul dari transaksi / peristiwa di masa yang lalu.
2. Hutang
Yaitu jumlah uang yang dinyatakan atas kewajiban-kewajiban untuk menyerahkan uang, barang dan jasa-jasa kepada pihak lain di masa yang akan datang. Kewajiban timbul sebagai akibat dari transaksi / peristiwa yang mempengaruhi perusahaan di masa yang lalu.
3. Modal
Yaitu sisa hak atas aktiva di dalam perusahaan setelah dikurangi dengan seluruh hutang-hutangnya. Hak atas aktiva tersebut melekat pada pemilik sebagai pihak yang menanggung segala resiko dan ketidakpastian akan kegagalan perusahaan.


Bentuk, isi serta susunan yang pada umumnya digunakan dalam menyajikan suatu neraca adalah sebagai berikut :
N E R A C A
Aktiva

Hutang dan Modal

 Aktiva Lancar
 Investasi Jangka Panjang
 Aktiva Tetap (Berwujud)
 Aktiva Tak Berwujud
 Beban yang Ditangguhkan
 Aktiva Lain-lain
 Hutang Lancar
 Pendapatan Diterima Dimuka
 Hutang Jangka Panjang
 Hutang-hutang Lainnya
 Modal Saham
 Agio / Disagio Saham
 Laba Tidak Dibagi

2.        Laporan Laba/Rugi atau Income Statement
Menggambarkan jumlah hasil, biaya, laba/rugi perusahaan pada suatu periode tertentu. Laba/rugi menggambarkan hasil yang diterima perusahaan selama suatu periode tertentu serta biaya-biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan hasil tersebut serta labanya.
Laporan perhitungan rugi-laba menyajikan informasi yang berguna untuk :
1. Menilai keberhasilan operasi perusahaan, dan efisiensi manajemen dalam mengelola perusahaan.
2. Membuat estimasi / taksiran laba di masa yang akan datang.
3. Menilai rentabilitas dan profitabilitas dari modal yang ditanam oleh para pemilik di dalam perusahaan.

Bentuk Laporan Perhitungan Rugi Laba:
1. Single Step / Satu Tahap
Penyajian unsur-unsur pembentuk laba (rugi) periodik tidak dipisahkan antara elemen-elemen yang timbul dari usaha pokok perusahaan dan di luar usaha pokok perusahaan.
PT XXX
Laporan Perhitungan Rugi – Laba
Periode tahun buku xxxx
Pendapatan :

Hasil Penjualan (netto)

Rp 1.000.000,-

Pendapatan Sewa

25.000,-

Pendapatan Bunga

75.000,-

Laba Penjualan Aktiva Tetap

50.000,-

Total Pendapatan

Rp 1.250.000,-




Biaya-biaya :

Harga Pokok Penjualan *)
Rp 800.000,-


Biaya Pemasaran *)
140.000,-


Biaya Administrasi & Umum *)
90.000,-


Depresiasi Aktiva Tetap
50.000,-


Biaya Bunga
25.000,-


Rugi Penjualan Surat Berharga
7.500,-


Biaya Lain-lain
12.500,-


Total Biaya-biaya

Rp 1.125.000,-
Laba Sebelum Pajak Penghasilan
Rp 125.000,-
Pajak Penghasilan (20%)
25.000,-

LABA BERSIH

Rp 100.000,-







2. Multiple Step (Bertahap)
Adanya pemisahan unsur-unsur pembentuk laba (rugi), yaitu elemen-elemen yang timbul dari usaha pokok perusahaan dan di luar usaha pokok perusahaan.
PT XXX
Laporan Perhitungan Rugi – Laba
Periode tahun buku xxxx
Penjualan

Rp 1.125.000,-


Retur Penjualan
Rp 75.000,-



Potongan Penjualan
50.000,-





125.000,-


Penjualan Bersih

Rp 1.000.000,-






Harga Pokok Penjualan




Persediaan 1 Januari 1999
Rp 150.000,-



Pembelian
825.000,-



Barang Tersedia Untuk Dijual
Rp 975.000,-



Persediaan 31 Desember 1999
175.000,-



Harga Pokok Penjualan

Rp 800.000,-


LABA KOTOR PENJUALAN

Rp 200.000,-

Biaya Usaha




Biaya Pemasaran
Rp 165.000,-



Biaya Administrasi & Umum
127.500,-



Jumlah Biaya Usaha

Rp 292.500,-


LABA (RUGI) USAHA

(Rp 92.500,-)






Pendapatan dan Laba di Luar Usaha
Rp 250.000,-


Biaya dan Rugi di Luar Usaha
32.500,-





Rp 217.500,-


LABA BERSIH SEBELUM PAJAK

Rp 125.000,-


Pajak (20 %)

25.000,-


LABA BERSIH SETELAH PAJAK

Rp 100.000,-



3.        Laporan Perubahan Modal atau Statement of Changes in Equity
Laporan perubahan modal (ekuitas) merupakan salah satu dari laporan keuangan yang harus dibuat oleh perusahaan yang menggambarkan peningkatan atau penurunan aktiva bersih atau kekayaan selama periode yang bersangkutan berdasarkan prinsip pengukuran tertentu yang dianut.

Hal-hal yang terdapat dalam laporan perubahan modal adalah sebagai berikut :
·            Laba atau rugi bersih periode yang bersangkutan
·            Setiap pos pendapatan dan beban, keuntungan atau kerugian beserta jumlahnya yang berdasarkan PSAK terkait diakui secara lansung dalam PSAK
·            pengaruh kumulatif dari perubahan kebijakan akuntansi dan perbaikan perubahan terhadap kesalahan mendasar sbagaimana diatur dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan terkait,
·            transaksi modal dengan pemilik dan distribusi kepada pemilik
·            saldo akumulasi laba atau rugi pada awal d(ekuitas periode serta perubahannya dan
·            rekonsiliasi antara nilai tercatat dari masing-masing jenis modal saham, agio dan acdangan pada awal dan akhir periode yang mengungkapkan secara terpisah setiap perubahan
4.        Laporan Arus Kas atau Cash Flow Statement
Laporan aliran kas atau laporan arus kas (cash flow) adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaanyang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menunjukkan aliran masuk dan keluar uang tunai (kas) perusahaan.
Laporan arus kas merupakan bagian dari laporan keuangan sangat bermanfaat bagi investor dalam mengambil keputusan ekonomi.
Penyajian laporan arus kas mempunyai tujuan utama untuk menyediakan informasi yang relevan mengenai penerimaan dan pembayaran kas dalam suatu perusahaan selama suatu periode tertentu. Informasi ini berguna untuk ditetapkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban, membayar deviden dan kebutuhan pembelanjaan extra, penentuan pengaruh terhadap posisi keuangan perusahaan, baik transaksi kasnya, maupun transaksi investasi non kas dan pembelanjaan selama periode tertentu dan menetapkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan arus kas bersih yang positif dimasa yang akan datang.

5.        Catatan Atas Laporan Keuangan
Biasanya berisi penjelasan mengenai item-item yang disajikan dalam laporan keuangan, yang kurang memberikan gambaran secara lengkap tentang hasil usaha dan posisi keuangan perusahaan.
Catatan atas laporan keuangan ini tidak harus bersifat kuantitatif, tetapi bisa sebagian atau bahkan keseluruhannya bersifat deskriptif naratif.
Contoh informasi yang lazim dimuat dalam catatan atas laporan keuangan adalah :
 Penjelasan tentang kebijakan akuntansi dan metode penilaian yang digunakan perusahaan.
 Penjelasan terhadap ketidakpastian dan kontinjensi.
 Data statistik dan daftar rincian suatu jumlah yang terdapat dalam Laporan Keuangan.
Catatan atas laporan keuangan ini dapat dikualifikasikan sebagai unsur pokok Laporan Keuangan, karena catatan ini tidak sekedar bersifat pelengkap tetapi juga mutlak diperlukan untuk dapat mengetahui & mengukur hasil usaha dan keadaan keuangan perusahaan
5.1                   Syarat-syarat Laporan Keuangan
Berikut syarat-syarat yang harus dipenuhi didalam membuat Laporan Keuangan
1.        Relevan artinya bahwa informasi yang dijadikan harus ada hubungan dengan pihak-pihak yang memerlukan untuk mengambil keputusan.
2.        Dapat dimengerti artinya bahwa laporan keuangan yang disusun berdasarkan secara jelas dan mudah difahami oleh para pemakainya.
3.        Daya uji artinya bahwa laporan keuangan yang disusun berdasarkan konsep-konsep dasar akuntansidan prinsip-prinsip akuntansi yang dianut, sehingga dapat diuji kebenarannya oleh pihak lain.
4.        Netral artinya bahwa laporan keuangan yang disajikan bersifat umum, objektif dan tidak memihak pada kepentingan pemakai tertentu.
5.        Tepat waktu artinya bahwa laporan keuangan harus di sajikan tepat pada waktunya
6.        Daya banding artinya bahwa perbandingan laporan keuangan dapat diadakan baik antara laporan perusahaan dalam tahun tertentu dengan tahun sebelumnya atau laporan keuangan perusahaan tertentu dengan perusahaan lain pada tahun yang sama.
7.        Lengkap artinya bahwa laporan keuangan yang disusun harus memenuhi syarat-syarat tersebut diatas dan tidak menyesatkan pembaca.

6.1                   Hubungan antar Laporan Keuangan
Hubungan antara  laporan keuangan tersebut yakni sebagai berikut :
·           Neraca dan Laporan Laba Rugi
Laporan laba rugi memberikan informasi mengenai perubahan modal saham dari keuntungan atau kerugian aktivitas bisnis diantara 2 waktu pelaporan neraca.
Misal:
Pada tanggal 31 Desember 2013, nilai asset perusahaan adalah Rp. 100,
Pada periode waktu tahun 2014, perusahaan memperoleh keuntungan sebesar Rp. 20
Pada tanggal 31 Desember 2014, nilai asset perusahaan adalah Rp. 120. 
·           Neraca dan Laporan Perubahan Modal
Laporan perubahan modal memberikan informasi mengenai perubahan nilai modal saham melalui keuntungan atau kerugian dari aktivitas bisnis utama dan investasi pada perusahaan lain, pembagian dividen, atau penerbitan saham baru.
Misal:                        
Pada tanggal 31 Desember 2013, nilai asset perusahaan adalah Rp. 100, nilai liabilities Rp. 40 dan nilai equity Rp. 60.
Pada periode waktu tahun 2014, perusahaan memperoleh keuntungan sebesar Rp. 20 sehingga nilai equity naik dari Rp. 60 menjadi Rp. 80, nilai asset bertambah menjadi Rp. 120 yang terdiri dari liabilities Rp. 40 ditambah nilai equity Rp. 80.
Pada 31 Desember 2014, perusahaan membagikan dividen sebesar Rp. 10, sehingga nilai equity turun dari Rp. 80 menjadi Rp. 70.
Pada tanggal 31 Desember 2014, nilai asset perusahaan berkurang dari Rp. 120 (sebelum pembagian dividen Rp. 10) menjadi Rp. 110 (setelah pembagian dividen Rp. 10).
·           Neraca dan Perubahan Arus Kas
Kas dapat dibagi menjadi 3 aktivitas utama yaitu aktivitas operasional, aktivitas investasi, dan aktivitas pendanaan.
Hubungan neraca dengan aktivitas operasional adalah :
a.) perubahan modal kerja, yaitu aset lancar, seperti piutang dagang, persediaan, dan kewajiban lancar, seperti hutang dagang, dan
b.)perubahan modal saham dari keuntungan atau kerugian bisnis.
Hubungan neraca dengan aktivitas investasi adalah perubahan aset tetap perusahaan, seperti tanah, bangunan, dan mesin, melalui transaksi pembelian atau penjualan.
Hubungan neraca dengan aktivitas pendanaan adalah :
a.) perubahan liabilities seperti perubahan hutang bank, dan
b.) perubahan modal saham karena penambahan modal saham.
·           Laporan Laba Rugi dan Laporan Perubahan Modal
Laporan perubahan modal saham mencatat penambahan atau pengurangan nilai modal saham berdasarkan keuntungan dan kerugian pada laporan laba rugi. 
·           Laporan Laba Rugi dan Laporan Arus Kas
Penerimaan dan pengeluaran yang dicatat pada laporan laba rugi tidak identik dengan uang tunai yang diterima dan dikeluarkan.
Misal:
Pada 31 Desember 2013, penjualan perusahaan adalah Rp. 100 yang akan dibayar 1 bulan kemudian.
Pencatatan yang dilakukan adalah penjualan Rp. 100, dan piutang dagang bertambah Rp. 100.
Pada tanggal 31 Januari 2014, piutang dagang dibayar Rp. 100 sehingga piutang dagang berubah menjadi Rp. 0, dan kas perusahaan bertambah Rp. 100.
Laporan keuangan yang di buat harus mempunyai keterkaitan antara satu dengan yang lain. Karena jika salah satu laporan tidak relefan atau menyimpang, maka laporan lain pun akan mengalami hal yang sama. Untuk itu hubungan antara laporan yang satu dengan yang lain harus di sesuaikan.
7.1         Pengguna Laporan Keuangan
            Pembuatan dan penyusunan laporan keuangan ditujukan untuka memenuhi kepentingan berbagai pihak, baik pihak dalam (intern) perusahaan maupun pihak luar (ekstern) perusahaan. Pihak dalam perusahaan yang paling berkepentingan adalah pemilik perusahaan dan manajemen itu sendiri. Sementara itu, pihak luar adalah pihak-pihak yang memiliki kepentingan dengan perusahaan, baik langsung maupun tidak langsung. Masing-masing pihak mempunyai kepentingan dan tujuan tersendiri terhadap laporan keuangan yang dibuat oleh perusahaan.
Dalam praktiknya pihak-pihak yang memiliki kepentingan tehadap laporan keuangan perusahaan adalah sebagai berikut.
1.      Pemegang saham
Kepentingan laporan bagi pemegang saham yang merupakan pemilik perusahaan adalah untuk melihat kemajuan perusahaan yang dimilikinyadalam suatu periode. Kemajuan yang dimaksud adalah kemampuan dalam menciptakan laba dan pengembangan aset yang dimiliki. Dari laporan ini pemiklik juga dapat menilai sampai sejauh mana pengembangan usaha tersebut telh dijalankan pihak manajemen. Dengan adanya laporan keuangan ini, pemilik dapat memperoleh gambaran berapa jumlah deviden yang akan mereka terima dan dapat menilai kinerja pihak manajemen dalam menjalankan kepercayaan yang telah diberikan.
Atau dengan kata lain bagi pemilik perusahaan, laporan keuangan dimaksudkan untuk:
-          menilai prestasi atau hasil yang diperoleh manajemen;
-          mengetahui hasil dividen yang akan diterima;
-          menilai posisi keuangan perusahaan dan pertumbuhannya;
-          mengetahui nilai saham dan laba perlembar saham;
-          sebagai dasar untuk memprediksi kondisi perusahaan di masa datang;
-          sebagai dasar untuk mempertimbangkan menambah atau mengurangi investasi.
2.      Manajemen
Arti penting laporan keuangan bagi pihak manajemen adalah untuk menilai kinerja manajemen perusahaan dalam mencapai target-target yang telah ditetapkan. Selain itu juga untuk menilai kinerja manajemen dalam mengelola sumber daya yang dimilikinya. Ukuran keberhasilan ini dapat dilihat dari pertumbuhan laba yang diperoleh dan pengembangan aset-aset yang dimilikinya. Pada akhirnya laporan keuangan ini juga merupakan penilaian pemilik untuk memberikan kompensasi dan karier manajemen serta mempercayakan pihak manajemen untuk memimpin perusahaan pada periode berikutnya.
Atau dengan kata lain bagi manajemen perusahaan, laporan keuangan digunakan untuk:
-        alat untuk mempertanggungjawabkan pengelolaan kepada pemilik;
-        mengukur tingkat biaya dari setiap kegiatan operasi perusahaan, divisi, bagian,atau segmen tertentu;
-        mengukur tingkat efisiensi dan tingkat keuntungan perusahaan, divisi, bagian, atau segmen;
-        menilai hasil kerja indiviu yang diberi tugas dan tanggung jawab;
-        menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan perlu tidaknya diambil kebijaksanaan baru;
-        memenuhi ketentuan dalam UU, peraturan, AD (Anggaran Dasar), Pasar Modal, dan lembaga regulator lainnya.

3.      Kreditor dan Banker
Kreditor adalah pihak penyandang dana seperti bank atau lembaga keuangan lainnya. Mereka sangat berkepentingan terhadap usaha yang akan dibiayainya. Bank atau lembaga keuangan lain yang turut membiayai tidak mau menderita kerugian, sehingga perlu mempelajari prospek usaha yang akan datang. Bank juga harus mengetahui berapa dana yang dibutuhkan sesungguhnya, sehingga tidak mubazir dan menjadi beban pelanggannya.
Atau dengan kata lain bagi Kreditor dan Banker, laporan keuangan digunakan untuk:
-     menilai kondisi keuangan dan hasil usaha perusahaan bank dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang;
-     menilai kualitas jaminan kredit/investasi untuk menopang kredit yang akan diberikan;
-     melihat dan memprediksi dari perusahaan atau menilai rate of return perusahaan;
-     menilai kemampuan likuiditas, solvabilitas, rentabilitas perusahaan sebagai dasar dalam pertimbangan keputusan kredit;
-     menilai sejauhmana perusahaan mengikuti perjanjian kredit yang sudah disepakati.

4.      Pemerintah atau Regulator
Bagi pemerintah, laporan keungan digunakan untuk menilai kejujuran perusahaan dalam melaporkan aktivitas usahanya. Laporan keuangan sekaligus berfungsi untuk mengetahui kewajiban perusahaan terhadap negara, terutama pembayaran pajak yang menjadi kewajiban perusahaan.
Atau dengan kata lain bagi Pemerintah atau Regulator, laporan keuangan digunakan untuk:
-     menghitung dan menetapkan jumlah pajak yang harus dibayar;
-     sebagai dasar dalam penetapan-penetapan kebijaksanaan baru;
-     menilai apakah perusahaan memerlukan bantuan atau tindakan lain;
-     menilai kepatuhan perusahaan terhadap aturan yang ditetapkan;
-     bagi lembaga pemerintahan lainnya bisa menjadi bahan penyusunan data dan statistik.

5.      Karyawan
Bagi karyawan, laporan keuangan berfungsi untuk mengetahui kondisi keuangan peusahaan yang sebenarnya. Dengan mengetahui hal tersebut, mereka dapat melihat kinerja mereka sehingga boleh mengharapkan adanya peningkatan kesejahteraan apabila perusahaan mengalami keuntungan dan sebaliknya perlu melakukan perbaikan jika perusahaan mengalami kerugian.
6.      Investor
Investor adalah pihak yang akan atau ingin menenemkan modalnya di perusahaan. Penanaman modal dapat mereka lakukan baik dalam pembelian obligasi yang ditawarkan ataupun saham. Sebelum membeli saham atau obligasi yang ditawarkan, pihak investor terlebih dulu akan mempelajari prospek perusahaan, terutama dari laporan yang disajikan untuk beberapa periode. Perusahaan yang tidak memiliki prospek tidak akan menarik minat mereka.
7. Analis, Akademis, Pusat Data Bisnis
Bagi para analis, akademis dan juga lembaga-lembaga pengumpulan data bisnis seperti PDBI, Moody's, Brunstreet, Standard & Poor, Perfindo, laporan keuangan ini penting sebagai bahan atau sumber informasi primer yang akan diolah sehingga menghasilkan informasi yang bermanfaat bagi analisis, ilmu pengetahuan, dan komoditi informasi.

8.1         Prosedur Analisis Laporan Keuangan
Menurut Bernstein (1983 : 3) analisis laporan keuangan mencangkup penerapan metode dan teknik analitis atas laporan keuangan dan data lainnya untuk melihat dari laporan itu ukuruan-ukuran dan hubungan tertentu yang sangat berguna dalam proses pengambilan keputusan.
Dari pengertian tersebut dapat kita ketahui prosedur dalam analisis laporan keuangan :
1. Input : Laporan keuangan dan data lainnya
2. Metode dan teknik analisis laporan keuangan
3. Output : Informasi yang berguna bagi pengambilan Keputusan.

Prosedur analisis meliputi tahapan sebagai berikut :
a.       Review Data Laporan Keuangan
Merupakan aktivitas penyesuaian data laporan keuangan terhadap berbagai hal, baik sifat/jenis perusahaan yang melaporkan maupun system akuntansi yang berlaku.
b.       Menghitung
Dengan menggunakan berbagai metode dan teknik analisis dilakukan perhitungan-perhitungan, baik metode perbandingan, persentase per komponen, analisis rasio keuangan, dan lain-lain.
c.       Membandingkan/Mengukur
Langkah berikutnya setelah melakukan perhitungan adalah membandingkan/mengukur. Langkah ini diperlukan guna mengetahui kondisi hasil perhitungan tersebut.
d.       Menginterpretasi
Interpretasi merupakan inti dari proses analisa sebagai perpaduan antara hasil pembandingan/pengukuran dengan kaidah teoritik yang berlaku. Hasil interpretasi mencerminkan keberhasilan maupun permasalahan apa yang dicapai perusahaan dalam pengelolaan keuangan.
e.       Solusi
Merupakan langkah terakhir dari rangkaian prosedur analisa. Dengan memahami problem keuangan yang dihadapi perusahaan maka akan ditempuh solusi yang tepat.

9.1         Teknik Analisis Laporan Keuangan

Teknik analisis laporan keuangan dapat digunakan dengan berbagai metode, diantaranya yang telah tercantum dalam buku Analisis Kritis atas Laporan keuangan (Sofyan, 1997:20):
1.        Metode Komparatif
2.        Analisis Tren
3.        Laporan Keuangan bentuk Commond Size
4.        Metode Index Time Series
5.        Analisis Rasio
6.        Teknik Analisis lain seperti:
·      Analisis sumber dan penggunaan dana
·      Analisis Break Even
·      Analisis Gross Profit
·      Dupont Analysis
7.    Model Analisis seperti:
·       Bankruptcy model
·       Net cash flow prediction model
·       Take over prediction model

10.1     Analisis Laporan Keuangan untuk Mengevaluasi Kinerja Perusahaan
Kinerja keuangan suatu perusahaan dapat diartikan sebagai prospek atau masa depan, pertumbuhan dan potensi perkembangan yang baik bagi perusahaan. Informasi kinerja keuangan diperlukan untuk menilai perubahan potensial sumber daya ekonomi, yang mungkin dikendalikan di masa mendatang untuk memprediksi kapasitas produksi dari sumber daya yang ada. (Barlian, 2003)
Dalam pelaksanaan penilaian terhadap kinerja perusahaan, pihak manajemen umumnya hanya melihat dari tingkat fluktuasi atas laba yang diperoleh tanpa melakukan analisis lebih lanjut. Akibat yang ditimbulkan dari kebijakan tersebut adalah perusahaan sering mengalami kesulitan untuk menentukan variabel apa yang menyebabkan terjadinya pembentukan keuntungan atau profit yang lebih maksimal. Keadaan tersebut yang menyebabkan perusahaan sering mengambil kebijakan yang kurang tepat untuk mengadakan penilaian atas kinerja yang telah dicapai.
Maka menjadi sangat penting bagi perusahaan untuk melakukan penilaian secara komperhensif atas kinerja keuangan yang telah dicapai sehingga dapat digunakan sebagai dasar dalam menentukan kebijakan. Laporan keuangan dapat mengukur tingkat biaya dari berbagai kegiatan yang telah dilakukan oleh perusahaan untuk menentukan atau mengukur efisiensi setiap bagian, proses atau produksi serta untuk menentukan derajat keuntungan yang dapat dicapai oleh perushaan yang bersangkutan untuk menilai dan mengukur hasil kerja pada tiap-tiap bagian individu yang telah diberikan wewenang dan tanggung jawab serta untuk menentukan perlu tidaknya digunakan kebijaksanaan prosedur yang baru untuk mencapai hasil yang lebih baik.
11.1     Keterbatasan Laporan Keuangan
Laporan keuangan dipersiapkan atau dibuat dengan maksud untuk memberikan gambaran atau laporan kemajuan (Progress Report) secara periodik yang dilakukan pihak manajemen yang bersangkutan. Menurut Munawir. S (2002:6) menyatakan bahwa ; 
“Laporan  keuangan  tersebut  bersifat  historis  dan  sebagai  suatu
progress report laporan keuangan."
Pengambilan keputusan ekonomi tidak dapat semata-mata didasarkan atas informasi yang terdapat dalam laporan keuangan. Selain banyaknya manfaat yang bisa diambil dari laporan keuangan, laporan keuangan juga memiliki batasan. Karenanya agar bisa mendapatkan manfaat laporan keuangan secara maksimal, kenali juga keterbatasan laporan keuangan itu.
Laporan keuangan terdiri dari data yang merupakan hasil dari suatu kombinasi antara:
  1. Fakta yang telah dicatat, berarti bahwa laporan keuangan ini dibuat atas dasar fakta dari catatan akuntansi, dimana pencatatan ini dilakukan dari pos-pos berdasarkan catatan historis dari peristiwa-peristiwa yang terjadi dimasa lampau, dan jumlah-jumlah bunga yang tercatat dalam pos-pos itu dinyatakan dalam harga-harga pada waktu terjadinya peristiwa tersebut. Dengan sifat yang demikian itu maka laporan keuangan tidak dapat mencerminkan posisi keuangan dari suatu perusahaan dalam kondisi perekonomian yang paling akhir, karena segala sesuatunya bersifat historis. Sehingga mungkin terdapat beberapa hal yang dapat membawa akibat terhadap  posisi  keuangan  perusahaan  tidak  dicatat  dalam  pencatatan akuntansi atau tidak nampak dalam laporan.
  2. Prinsip-prinsip dan kebiasaan-kebiasaan didalam akuntansi, berarti data yang dicatat itu didasarkan pada prosedur maupun anggapan-anggapan tertentu yang merupakan prinsip-prinsip akuntansi yang lazim, hal ini dilakukan dengan tujuan memudahkan pencatatan atau untuk keseragaman.
  3. Pendapatan pribadi, berarti walaupun pencatatan transaksi telah diatur oleh konvensi-konvensi atau dalil-dalil dasar yang mudah ditetapkan dan menjadi standar pokok pembukuan, namun penggunaan dari konvensi dan dalil dasar tersebut tergantung daripada akuntan atau management perusahaan yang bersangkutan. Pendapat ini tergantung pada pendapat atau integritas pembuatnya yang dikombinasikan dengan fakta yang tercatat dan kebiasaan serta dalil-dalil dasar akuntansi yang telah disetujui akan digunakan dalam beberapa hal.
Dengan memperhatikan sifat-sifat laporan keuangan tersebut diatas, maka menurut Munawir. S (2002:9) dapat ditarik kesimpulan bahwa laporan keuangan itu mempunyai beberapa keterbatasan antara lain:
  1. Laporan keuangan yang dibuat secara periodik pada dasarnya merupakan interim report (laporan yang dibuat antara waktu tertentu yang sifatnya sementara) dan bukan merupakan laporan yang final.
  2. Laporan keuangan menunjukan angka dalam rupiah yang kelihatanya bersifat pasti dan tepat, tetapi sebenarnya dasar penyusunannya dengan standar nilai yang mungkin berbeda atau berubah-ubah.
  3. Laporan keuangan disusun berdasarkan hasil pencatatan transaksi keuangan atau nilai rupiah dari berbagai waktu atau tanggal yang lalu, dimana daya beli uang tersebut semakin menurun dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, sehingga kenaikan volume penjualan yang dinyatakan dalam rupiah belum tentu menunjukan atau mencerminkan unit yang dijual semakin besar, mungkin kenaikan itu disebabkan naiknya harga jual barang tersebut yang mugkin juga diikuti kenaikan tingkat harga-harga. Jadi suatu Analisis dengan memperbandingkan data beberapa tahun tanpa membuat penyesuaian terhadap perubahan tingkat harga akan diperoleh kesimpulan yang keliru.
  4. Laporan keuangan tidak dapat mecerminkan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi posisi atau keadaan keuangan perusahaan karena faktor-faktor tersebut tidak dapat dinyatakan dengan satuan uang.
Sifat dan keterbatasan laporan keuangan menurut Prinsip Akuntansi Indonesia 1984 adalah sebagai berikut :
  1. Laporan keuangan bersifat historis, yaitu merupakan laporan atas kejadian yang telah lewat. Karenanya, laporan keuangan tidak dapat dianggap sebagai satu-satunya sumber informasi dalam proses pengambilan keputusan ekonomi.
  2. Laporan keuangan bersifat umum, dan bukan dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pihak tertentu.
  3. Proses penyusunan laporan keuangan tidak luput dari taksiran dan berbagai pertimbangan.
  4. Akuntansi hanya melaporkan informasi yang material. Demikian pula, penerapan prinsip akuntansi terhadap suatu fakta pos tertentu mungkin tidak dilaksanakan jika hal ini tidak menimbulkan pengaruh yang material terhadap kelayakan laporan keuangan.
  5. Laporan keuangan bersifat konservatif dalam menghadapi ketidakpastian; bila terdapat beberapa kemungkinan kesimpulan yang tidak pasti mengenai penilaian suatu pos, maka lazimnya dipilih alternatif yang menghasilkan laba bersih atau nilai aktiva yang paling kecil.
  6. Laporan keuangan lebih menekankan pada makna ekonomis suatu peristiwa/transaksi daripada bentuk hukumnya (formalitas).
  7. Laporan keuangan disusun dengan menggunakan istilah-istilah teknis, dan pemakai laporan diasumsikan memahami bahasa teknis akuntansi dan sifat dari informasi-informasi yang dihasilkan.
  8. Adanya berbagai alternatif metode akuntansi yang dapat digunakan menimbulkan variasi dalam pengukuran sumber-sumber ekonomis dan tingkat kesuksesan antar perusahaan.
  9. Informasi yang bersifat kualitatif dan fakta yang tidak dapat dikuantifikasikan umumnya diabaikan.

























BAB III
PENUTUP
1.1     Kesimpulan
Laporan keuangan merupakan catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut.  Tujuan laporan keuangan adalah memberikan informasi tentang posisi keuangan, kinerja, dan arus kas perusahaan yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam rangka membuat keputusan-keputusan ekonomi serta menunjukkan pertanggungjawaban (stewardship) manajemen atas penggunaan sumber-sumber daya yang dipercayakan kepada mereka.
Prosedur dalam analisis laporan keuangan :
1. Input : Laporan keuangan dan data lainnya
2. Metode dan teknik analisis laporan keuangan
3. Output : Informasi yang berguna bagi pengambilan Keputusan.
Syarat-syarat yang harus dipenuhi didalam membuat Laporan Keuangan: Relevan,Dapat dimengerti , Daya uji , Netral ,Tepat waktu ,Daya banding, Lengkap. Laporan keuangan juga memiliki keterbatasan. Terdapat lima jenis laporan keuangan utama, yakni neraca (laporan perubahan posisi keuangan), laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas serta catatan arus kas.

2.1     Saran



DAFTAR PUSTAKA
Ø  Nurul Istanti, Lulu, 2014. Analisis Laporan Keuangan. Malang.
Ø  Djarwanto, 1984. Pokok-Pokok Analisa Laporan Keuangan. BPFE, Yogyakarta.
Ø  Kasmir,2011. Dasar-Dasar Perbankan. PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
Ø  Kasmir,2011. Kewirausahaan. PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
Ø  Tunggal, Amin Wijaya. 1995. Dasar-dasar Analisis laporan Keuangan. Rineka
Cipta, Jakarta.
Ø  Hery, 2012. Analisis Laporan Keuangan. Bumi Aksara, Jakarta.
Ø  Harahap, Sofyan Syafri. 2006. Analisis Kritis atas Laporan Keuangan. PT
Rajagrafindo Persada. Jakarta.
Ø  Sundjaja, Ridwan S dan Inge Berlian, 2003. Manajemen Keuangan 2, Edisi Keempat, Literata Lintas Media, Yogyakarta.
Ø  Munawir, S. Akuntansi, 2002. Analisa laporan Keuangan, Edisi Pertama, BPFE, Yogyakarta.
Ø  Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan. PSAK edisi revisi 1 April 2002

Tidak ada komentar:

Posting Komentar