LAPORAN KEUANGAN
MAKALAH
PENGANTAR AKUNTANSI
USWATUN KHASANAH
150413600158
SEPTIAN EKO WIDIANTORO
150413603584
ZAHARA JESIALUFI
150413600896
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS EKONOMI
JURUSAN MANAJEMEN
September 2015
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang
Maha Esa yang telah memberikan kita berbagai macam nikmat, sehingga aktifitas
hidup yang kita jalani ini akan selalu membawa keberkahan, baik kehidupan di
alam dunia ini, lebih-lebih lagi pada kehidupan akhirat kelak, sehingga semua cita-cita
serta harapan yang ingin kita capai menjadi lebih mudah dan penuh manfaat.
Terima kasih sebelum dan
sesudahnya kami ucapkan kepada Dosen serta teman-teman sekalian yang telah
membantu, baik bantuan berupa moriil maupun materil, sehingga makalah ini
terselesaikan dalam waktu yang telah ditentukan. Kami menyadari sekali, didalam
penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan serta banyak
kekurangan-kekurangnya, baik dari segi tata bahasa maupun dalam hal isi
makalah. Oleh karena itu, kami meminta maaf kepada dosen serta teman-teman
sekalian, yang kadangkala juga kami hanya menuruti egoisme pribadi, untuk itu
besar harapan kami jika ada kritik dan saran yang membangun untuk lebih
menyempurnakan makalah-makalah kami dilain waktu.
Harapan yang paling besar dari
penyusunan makalah ini ialah, mudah-mudahan apa yang kami susun ini penuh
manfaat, baik untuk pribadi, teman-teman, serta orang lain yang ingin mengambil
atau menyempurnakan lagi atau sebagai tambahan dalam menambah referensi yang
telah ada.
Malang, 1 September 2015
Penyusun
DAFTAR
ISI
Halaman
Judul
Kata
Pengantar
Daftar
Isi
BAB
I PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
2.1
Rumusan Masalah
3.1
Tujuan Penulisan
BAB
II PEMBAHASAN
1.1
Pengertian dari Laporan Keuangan
2.1
Prinsip Laporan Keuangan
3.1
Tujuan Pembuatan Laporan Keuangan
4.1
Macam-macam Laporan Keuangan
5.1
Syarat-syarat Laporan Keuangan
6.1
Hubungan antar Laporan Keuangan
7.1
Pengguna Laporan Keuangan
8.1
Prosedur Analisis Laporan Keuangan
9.1
Teknik Analisis Laporan Keuangan
10.1
Analisis Laporan Keuangan untuk
Mengevaluasi
Kinerja Perusahaan
11.1
Keterbatasan Laporan Keuangan
BAB
III PENUTUP
1.1
Kesimpulan
2.1
Saran
DAFTAR
PUSTAKA
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Di
era globalisasi saat ini, berbagai perusahaan telah berkembang diseluruh
penjuru dunia. Tak terkecuali juga banyak bermunculan perusahaan di Indonesia.
Perusahaan-perusahaan itu terdiri dari perusahaan jasa, perusahaan dagang,
maupun perusahaan manufaktur (industri). Setiap perusahaan pasti memiliki
rencana keuangan atau anggaran yang berbeda. Oleh karena itu, setiap perusahaan
harus memiliki laporan keuangan dalam setiap periode tertentu.
Laporan
keuanganini ditujukan untuk pihak-pihak yang memiliki kepentingan terhadap
perkembangan suatu perusahaan. Laporan keuangan sangatlah perlu untuk
mengetahui kondisi keuangan suatu perusahaan yang telah tercermin dalam laporan
keuangannya. Laporan keuangan dibuat dengan maksud memberikan gambaran kemajuan
perusahaan secara periodik serta digunakan dalam pengambilan keputusan terkait
dengan perekonomian perusahaan, apakah masih stabil atau tidak. Laporan
keuangan terdiri dari data-data yang merupakan hasil dari kombinasi antara
fakta yang telah dicatat, prinsip-prinsip, dan kebiasaan-kebiasaan dalam
akuntansi serta pendapat pribadi yang tertuang dalam prinsip akuntansi
Indonesia tahun 1984.
Suatu
laporan keuangan haruslah disajikan dalam bentuk yang dapat dipahami, handal,
relevan dan dapat diperbandingkan. Apalagi ditambah dengan perkembangan pasar
modal di Indonesia yang menyebabkan adanya permintaan akan transparansi kondisi
keuangan perusahaan. Laporan keuangan disusun dan disajikan sekurang-kurangnya
sekali dalam setahun untuk memenuhi kebutuhan para pengguna.
Hal
inilah yang membuat penulis mengangkat topik laporan keuangan untuk dibahas
secara terperinci dengan judul Analisis Laporan Keuangan.
2.1
Rumusan
Masalah
Berdasarkan
latar belakang yang telah dijelaskan sebelumnya, peneliti merumuskan masalah
penelitian sebagai berikut:
1.
Apakah Pengertian dari Laporan Keuangan?
2.
Apa saja Prinsip Laporan Keuangan?
3.
Apakah Tujuan Pembuatan Laporan Keuangan?
4.
Apa saja Macam-macam Laporan Keuangan?
5.
Apa saja Syarat-syarat Laporan Keuangan?
6.
Bagaimana Hubungan antar Laporan
Keuangan?
7.
Siapa saja Pengguna Laporan Keuangan?
8.
Apa Prosedur Analisis Laporan Keuangan?
9.
Bagaimana Teknik Analisis Laporan
Keuangan?
10.
Bagaimana Analisis Laporan Keuangan
untuk Mengevaluasi Kinerja Perusahaan?
11.
Apakah Keterbatasan Laporan Keuangan
3.1
Tujuan
Penulisan
Adapun tujuan penulisan
adalah untuk mengetahui jawaban rumusan masalah diatas, antara lain:
1.
Apakah Pengertian dari Laporan Keuangan
2.
Apa saja Konsep dan Prinsip Laporan
Keuangan
3.
Apakah Tujuan Pembuatan Laporan Keuangan
4.
Apa saja Macam-macam Laporan Keuangan
5.
Apa saja Syarat-syarat Laporan Keuangan
6.
Bagaimana Hubungan Laporan Keuangan
7.
Siapa saja Pengguna Laporan Keuangan
8.
Apa Prosedur Analisis Laporan Keuangan
9.
Bagaimana Teknik Analisis Laporan
Keuangan
10.
Bagaimana Analisis Laporan Keuangan
untuk Mengevaluasi Kinerja Perusahaan
11.
Apakah Keterbatasan Laporan Keuangan
BAB II
PEMBAHASAN
1.1
Pengertian
dari Laporan Keuangan
·
Laporan Keuangan adalah laporan yang
menunjukkan kondisi keuangan perusahaan pada saat ini atau dalam suatu periode
tertentu. (Lulu, 2014:4)
·
Laporan Keuangan adalah hasil dari
proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi dengan pihak-pihak
yang berkepentingan dengan kondisi keuangan dan hasil operasi perusahaan. (Djarwanto, 1984:2)
·
Laporan Keuangan adalah laporan yang ada
pada setiap perusahaan pada suatu waktu (periode)yang memiliki kewajiban untuk
melaporkan semua kegiatan keuangannya. Laporan ini berisi jumlah aktivitas yang
berhubungan dengan uang masuk (pendapatan) dan uang keluar (biaya-biaya),
sehingga terlihat besaran angka-angka yang mampu menjelaskan keuangan perusahaan
dalam suatu periode. Oleh karena itu, setiap perusahaan harus mampu menyajikan
laporan keuangannya secara berkala agar terlihat aktivitas keuangan
perusahannya.(Kasmir, 2011).
·
Laporan keuangan adalah suatu alat bantu yang dapat
digunakan untuk membuat suatu keputusan antara lain mengenai rencana-rencanan
perusahaan, penanaman modal/investasi, pencarian sumber-sumber dana
oprasi perusahaan lainnya (Amin Wijaya Tunggal, 1995).
·
Sedangkan Laporan Keuangan yang terdapat dalam
buku “Financial Statement Analysis”
adalah sebagai berikut:
“Dua daftar yang disusun oleh Akuntan pada akhir
periode untuk suatu perusahaan. Kedua daftar itu adalah daftar neraca atau
daftar posisi keuangan dan daftar pendapatan atau daftar rugi – laba.
Pada waktu akhir – akhir ini sudah menjadi kebiasaan
bagi perseroan – perseroan untuk menambahkan daftar ketiga yaitu daftar surplus
atau daftar laba yang tak dibagikan (laba yang ditahan)”.
Dari
beberapa pengertian yang diungkapkan oleh beberapa ahli diatas, maka dapat
disimpulkan bahwa laporan keuangan adalah bentuk pertanggungjawaban keuangan
bagi perusahaan.
2.1
Prinsip
Laporan Keuangan
Prinsip
akuntansi merupakan peraturan umum yang dijabarkan dari tujuan laporan
keuangan, postulate akuntansi, dan konsep akuntansi. Rangkaian inilah yang
menjadi dasar dalam pengembangan teknik atau prinsip akuntansi. Di sini
pengertian prinsip dan teknik agak rancu. Dalam kebiasaan sehari-hari, teknik
akuntansi disebut prinsip atau standar akuntansi. Misalnya dalam Prinsip
Akuntansi Indonesia (PAI) dahulu dipakai istilah prinsip dan sekarang telah
diganti namanya menjadi Standar Akuntansi Keuangan.
1.
Accounting Entity (entitas)
yang menjadi fokus perhatian
akuntansi adalah "entity" tertentu atau lembaga tertentu yang akan
dilaporkan, bukan lembaga lainnya.
2.
Going Concern (kontinuitas operasi)
Dalam menyusun laporan keuangan
harus dianggap bahwa perusahaan (entity) yang dilaporkan terus beroperasi di
masa-masa yang akan datang. Jika perusahaan dianggap tidak mampu melanjutkan
usahanya harus diungkapkan oleh akuntan.
3.
Measurement (Pengukuran)
Akuntansi adalah sebagai media
pengukuran sumber-sumber ekonomi (Economic Resources) dan kewajiban
(Liability). Akuntansi harus mengukur hasil transaksi, ukuran yang dipakai
adalah unit moneter.
4.
Time Period (Periode Waktu)
Laporan keuangan menyajikan
informasi untuk suatu waktu atau periode tertentu. Laporan harus memiliki batas
waktu yang jelas.
5.
Monetary Unit (Unit Moneter)
Pengukuran setiap transaksi adalah
dalam bentuk nilai atau unit uang.
6. Accrual
penentuan pendapatan dan biaya dari
posisi harta dan kewajiban ditetapkan berdasarkan kejadiannya tanpa melihat
apakah transaksi pembayaran atau penerimaan kas telah dilakukan atau belum.
7. Exchange Price (Harga Pertukaran)
Nilai yang terdapat dalam laporan
keuangan didasarkan pada harga pertukaran pada saat terjadinya transaksi.
8.
Aproximation (Penaksiran)
Dalam akuntansi tidak dapat
dihindarkan penaksiran-penaksiran. Seperti taksiran umur, taksiran harga,
pemilihan prinsip yang digunakan, dan sebagainya.
9.
Judgment (Pertimbangan)
Dalam menyusun laporan keuangan
banyak diperlukan pertimbangan-perimbangan berdasarkan keahlian, baik
pertimbangan memilih alternatif prinsip maupun pemilihan cara penyajian dalam
laporan keuangan.
10.
General Purpose (Bertujuan Umum)
Informasi yang disajikan dalam
laporan keuangan yang dihasilkan akuntansi keuangan ditujukan buat pemakai
secara umum, bukan pemakai khusus.
11.
Interrelated Statement (laporan yang sangat terkait)
Neraca, Daftar Laba/Rugi, dan
Laporan Sumber dan Penggunaan Kas mempunyai hubungan yang sangat erat dan
berkaitan Angka dari neraca laba/rugi saling berkaitan.
12. Substance Over Form
Akuntansi lebih menekankan kenyataan
ekonomis suatu kejadian daripada bukti legalnya atau formalnya.
13.
Materiality (materialitas)
Laporan keuangan hanya memuat
informasi yang dianggap penting. Dan dalam setiap pertimbangan yang
dilakukannya tetap melihat signifikasinya secara umum. Indikator
materialitasnya adalah dikaitkan dengan dampaknya terhadap laporan keuangan.
3.1
Tujuan
Pembuatan Laporan Keuangan
Tujuan Umum:
Laporan keuangan bertujuan untuk
memberikan informasi keuangan suatu perusahaan secara lengkap, baik kepada
pemilik, menejemen, maupun pihak luar yang berkepentingan terhadap laporan tersebut.
Dalam laporan keuangan termuat informasi
mengenai jumlah kekayaan (assets) dan jenis-jenis kekayaan: kewajiban-kewajiban
(utang), baik jangka panjang maupun jangka pendek; serta ekuitas (modal) yang
dimiliki perusahaan tersebut. Informasi yang disebutkan di atas tergambar dalam
neraca.
Selain itu, laporan keuangan juga
memberikan informasi tentang hasil-hasil usaha yang diperoleh perusahaan dalam
suatu periode tertentu dan biaya-biaya atau beban yang dikeluarkan untuk
memperoleh hasil tersebut. Informasi ini akan termuat dalam laporan laba rugi.
Laporan keuangan perusahaan juga memberikan gambaran tentang arus kas suatu
perusahaan seperti yang tergambar dalam laporan arus kas.
Pembuatan masing-masing laporan keuangan
memiliki tujuan tersendiri. Secara umum tujuan pembuatan laporan keuangan
perusahaan adalah sebagai berikut :
1. Memberikan
informasi keungan tentang jumlah aktiva (harta) dan jenis-jenis aktiva;
2. Memberikan
infaormasi tentang jumlah kewajiban, jenis-jenis kewajiban, dan jumlah modal;
3. Memberikan
informasi tentang hasil usaha yang tercermin dari jumlah pendapatan yang
diperoleh dan sumber-sumber pendapatan;
4. Memberikan
informasi tentang jumlah biaya yang dikeluarkan berikut jenis-jenis biaya dalam
periode tertentu;
5. Memberikan
informasi tentang perubahan-perubahan yang terjadi dalam aktiva, kewajiban, dan
modal suatu perusahaan;
6. Memberikan
informasi tentang kinerja manajemen dalam suatu periode dari hasil laporan
keuangan yang disajikan.
Dari
laporan keuangan akan tergambarkan kondisi keuangan suatu perusahaan, sehingga
memudahkan untuk menilai kinerja manajemen perusahaan yang bersangkutan.
Penilainaan kinerja manajemen akan menjadi patokan atau ukuran keberhasilan
manajemennya dalam menjalankan kebijakan yang telah digariskan oleh perusahaan.
Jadi,
dari laporan keuangan tergambar kinerja manajemen masa lalu yang sekaligus
merupakan gambaran kinerja ke depan. Laporan yang disajikan akan dinilai
melalui rasio-rasio kauangan yang ada, sehingga akan diketahui kondisi keuangan
perusahaan yang sesungguhnya.(Kasmir,2011)
Tujuan Khusus:
Menyajikan
secara wajar dan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum mengenai
posisi keuangan, hasil usaha, dan perubahan lain dalam posisi keuangan (Hery,
2012:4)
Tujuan Kualitatif:
a. Relevance
Memilih informasi yang benar-benar
dapat membantu pemakai laporan dalam proses pengambilan keputusan.
b. Understandability
Informasi yang dipilih untuk
disajikan bukan saja yang penting tetapi juga harus informasi yang dimengerti
para pemakainya.
c. Verifiability
Hasil akuntansi itu harus dapat
diperiksa oleh pihak lain yang akan menghasilkan pendapat yang sama.
d. Neutrality
Laporan
akuntansi itu netral terhadap pihak-pihak yang berkepentingan.
e. Timeliness
Laporan akuntansi hanya bermanfaat
untuk pengambilan keputusan apabila diserahkan pada saat yang tepat.
f. Comparability
Informasi akuntansi harus dapat
saling dibandingkan, artiya akuntansi harus memiliki prinsip yang sama baik
untuk suatu perusahaan maupun perusahaan lain.
g. Completeness
Informasi akuntansi yang dilaporkan
harus mencakup semua kebutuhan yang layak dari para pemakai.
4.1
Macam-macam
Laporan Keuangan
Dalam
laporan keuangan harus memiliki unsur-unsur, antara lain:
1.
Laporan Posisi Keuangan atau Balance
Sheet (Neraca)
Menggambarkan
posisi keuangan perusahaan pada satu tanggal tertentu. Laporan posisi keuangan
menggambarkan posisi harta, utang, dan modal pada tanggal tertentu.
Hubungan
antara Asset, Liabilities, dan Equity dapat dijelaskan dengan rumus sederhana
dibawah ini:
|
Asset = Liabilities + Equity
|
Asset adalah segala sesuatu yang dimiliki
oleh perusahaan seperti uang tunai, piutang dagang, tanah dan bangunan.
Liabilities
adalah kewajiban keuangan perusahaan
pada perbankan, pemasok, dan lainnya.
Equity adalah sumber pendanaan perusahaan
yang berasal dari pemegang saham.
Kegunaan
Neraca adalah memberikan informasi tentang :
1.
Likuiditas
2.
Fleksibilitas finansial
Keterbatasan
Neraca :
1.
Neraca tidak menggambarkan nilai sekarang (nilai yang berlaku pada tanggal
neraca).
2.
Penggunaan prinsip harga perolehan berakibat tidak dapat dihindarkannya
unsur-unsur taksiran.
3.
Tidak seluruh informasi yang bernilai finansial bagi perusahaan dapat disajikan
di dalam neraca.
Penggolongan
dan penyajian rekening-rekening di dalam neraca:
Rekening-rekening
di dalam neraca dibagi menjadi tiga golongan utama, yaitu :
1.
Aktiva
Merupakan
jumlah uang yang dinyatakan atas sumber-sumber ekonomi yang dimiliki oleh
perusahaan, baik uang berupa uang, barang maupun hak-hak yang dijamin oleh undang-undang
atau pihak-pihak tertentu yang timbul dari transaksi / peristiwa di masa yang
lalu.
2. Hutang
Yaitu
jumlah uang yang dinyatakan atas kewajiban-kewajiban untuk menyerahkan uang,
barang dan jasa-jasa kepada pihak lain di masa yang akan datang. Kewajiban
timbul sebagai akibat dari transaksi / peristiwa yang mempengaruhi perusahaan
di masa yang lalu.
3. Modal
Yaitu
sisa hak atas aktiva di dalam perusahaan setelah dikurangi dengan seluruh
hutang-hutangnya. Hak atas aktiva tersebut melekat pada pemilik sebagai pihak
yang menanggung segala resiko dan ketidakpastian akan kegagalan perusahaan.
Bentuk, isi serta
susunan yang pada umumnya digunakan dalam menyajikan suatu neraca adalah
sebagai berikut :
|
N
E R A C A
|
|
|
Aktiva
|
Hutang dan Modal |
|
Aktiva Lancar
Investasi Jangka Panjang
Aktiva Tetap (Berwujud)
Aktiva Tak Berwujud
Beban yang Ditangguhkan
Aktiva Lain-lain
|
Hutang Lancar
Pendapatan Diterima Dimuka
Hutang Jangka Panjang
Hutang-hutang Lainnya
Modal Saham
Agio / Disagio Saham
Laba Tidak Dibagi
|
2.
Laporan Laba/Rugi atau Income Statement
Menggambarkan
jumlah hasil, biaya, laba/rugi perusahaan pada suatu periode tertentu.
Laba/rugi menggambarkan hasil yang diterima perusahaan selama suatu periode
tertentu serta biaya-biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan hasil tersebut
serta labanya.
Laporan perhitungan
rugi-laba menyajikan informasi yang berguna untuk :
1. Menilai keberhasilan
operasi perusahaan, dan efisiensi manajemen dalam mengelola perusahaan.
2. Membuat estimasi /
taksiran laba di masa yang akan datang.
3. Menilai rentabilitas
dan profitabilitas dari modal yang ditanam oleh para pemilik di dalam
perusahaan.
Bentuk
Laporan Perhitungan Rugi Laba:
1.
Single Step / Satu Tahap
Penyajian
unsur-unsur pembentuk laba (rugi) periodik tidak dipisahkan antara
elemen-elemen yang timbul dari usaha pokok perusahaan dan di luar usaha pokok
perusahaan.
|
PT XXX
Laporan Perhitungan
Rugi – Laba
Periode tahun buku
xxxx
|
|||
|
Pendapatan :
|
|||
|
Hasil Penjualan
(netto)
|
Rp 1.000.000,-
|
||
|
Pendapatan Sewa
|
25.000,-
|
||
|
Pendapatan Bunga
|
75.000,-
|
||
|
Laba Penjualan Aktiva
Tetap
|
50.000,-
|
||
|
Total Pendapatan
|
Rp 1.250.000,-
|
||
|
Biaya-biaya :
|
|||
|
Harga Pokok Penjualan
*)
|
Rp 800.000,-
|
||
|
Biaya Pemasaran *)
|
140.000,-
|
||
|
Biaya Administrasi
& Umum *)
|
90.000,-
|
||
|
Depresiasi Aktiva
Tetap
|
50.000,-
|
||
|
Biaya Bunga
|
25.000,-
|
||
|
Rugi Penjualan Surat
Berharga
|
7.500,-
|
||
|
Biaya Lain-lain
|
12.500,-
|
||
|
Total Biaya-biaya
|
Rp 1.125.000,-
|
||
|
Laba Sebelum Pajak
Penghasilan
|
Rp 125.000,-
|
||
|
Pajak Penghasilan
(20%)
|
25.000,-
|
||
|
LABA BERSIH
|
Rp 100.000,-
|
||
2. Multiple Step (Bertahap)
Adanya
pemisahan unsur-unsur pembentuk laba (rugi), yaitu elemen-elemen yang timbul
dari usaha pokok perusahaan dan di luar usaha pokok perusahaan.
|
PT XXX
Laporan Perhitungan Rugi – Laba
Periode tahun buku xxxx
|
||||
|
Penjualan
|
Rp 1.125.000,-
|
|||
|
Retur Penjualan
|
Rp 75.000,-
|
|||
|
Potongan Penjualan
|
50.000,-
|
|||
|
125.000,-
|
||||
|
Penjualan Bersih
|
Rp 1.000.000,-
|
|||
|
Harga Pokok Penjualan
|
||||
|
Persediaan 1 Januari 1999
|
Rp 150.000,-
|
|||
|
Pembelian
|
825.000,-
|
|||
|
Barang Tersedia Untuk Dijual
|
Rp 975.000,-
|
|||
|
Persediaan 31 Desember 1999
|
175.000,-
|
|||
|
Harga Pokok Penjualan
|
Rp 800.000,-
|
|||
|
LABA KOTOR PENJUALAN
|
Rp 200.000,-
|
|||
|
Biaya Usaha
|
||||
|
Biaya Pemasaran
|
Rp 165.000,-
|
|||
|
Biaya Administrasi & Umum
|
127.500,-
|
|||
|
Jumlah Biaya Usaha
|
Rp 292.500,-
|
|||
|
LABA (RUGI) USAHA
|
(Rp 92.500,-)
|
|||
|
Pendapatan dan Laba di Luar Usaha
|
Rp 250.000,-
|
|||
|
Biaya dan Rugi di Luar Usaha
|
32.500,-
|
|||
|
Rp 217.500,-
|
||||
|
LABA BERSIH SEBELUM PAJAK
|
Rp 125.000,-
|
|||
|
Pajak (20 %)
|
25.000,-
|
|||
|
LABA BERSIH SETELAH PAJAK
|
Rp 100.000,-
|
|||
3.
Laporan Perubahan Modal atau Statement
of Changes in Equity
Laporan
perubahan modal (ekuitas) merupakan salah satu dari laporan keuangan yang harus
dibuat oleh perusahaan yang menggambarkan peningkatan atau penurunan aktiva
bersih atau kekayaan selama periode yang bersangkutan berdasarkan prinsip
pengukuran tertentu yang dianut.
Hal-hal yang terdapat dalam laporan
perubahan modal adalah sebagai berikut :
·
Laba atau
rugi bersih periode yang bersangkutan
·
Setiap pos
pendapatan dan beban, keuntungan atau kerugian beserta jumlahnya yang
berdasarkan PSAK terkait diakui secara lansung dalam PSAK
·
pengaruh kumulatif
dari perubahan kebijakan akuntansi dan perbaikan perubahan terhadap kesalahan
mendasar sbagaimana diatur dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan terkait,
·
transaksi
modal dengan pemilik dan distribusi kepada pemilik
·
saldo
akumulasi laba atau rugi pada awal d(ekuitas periode serta perubahannya dan
·
rekonsiliasi
antara nilai tercatat dari masing-masing jenis modal saham, agio dan acdangan
pada awal dan akhir periode yang mengungkapkan secara terpisah setiap perubahan
4.
Laporan Arus Kas atau Cash Flow
Statement
Laporan
aliran kas atau laporan arus kas (cash flow) adalah bagian dari laporan
keuangan suatu perusahaanyang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang
menunjukkan aliran masuk dan keluar uang tunai (kas) perusahaan.
Laporan
arus kas merupakan bagian dari laporan keuangan sangat bermanfaat bagi investor
dalam mengambil keputusan ekonomi.
Penyajian laporan arus
kas mempunyai tujuan utama untuk menyediakan informasi yang relevan mengenai
penerimaan dan pembayaran kas dalam suatu perusahaan selama suatu periode
tertentu. Informasi ini berguna untuk ditetapkan kemampuan perusahaan dalam
memenuhi kewajiban, membayar deviden dan kebutuhan pembelanjaan extra,
penentuan pengaruh terhadap posisi keuangan perusahaan, baik transaksi kasnya,
maupun transaksi investasi non kas dan pembelanjaan selama periode tertentu dan
menetapkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan arus kas bersih yang positif
dimasa yang akan datang.
5.
Catatan Atas Laporan Keuangan
Biasanya berisi
penjelasan mengenai item-item yang disajikan dalam laporan keuangan, yang
kurang memberikan gambaran secara lengkap tentang hasil usaha dan posisi
keuangan perusahaan.
Catatan
atas laporan keuangan ini tidak harus bersifat kuantitatif,
tetapi bisa sebagian atau bahkan keseluruhannya bersifat deskriptif naratif.
Contoh
informasi yang lazim dimuat dalam catatan atas laporan keuangan adalah :
Penjelasan tentang
kebijakan akuntansi dan metode penilaian yang digunakan perusahaan.
Penjelasan terhadap
ketidakpastian dan kontinjensi.
Data statistik dan
daftar rincian suatu jumlah yang terdapat dalam Laporan Keuangan.
Catatan
atas laporan keuangan ini dapat dikualifikasikan sebagai unsur pokok Laporan
Keuangan, karena catatan ini tidak sekedar bersifat pelengkap tetapi juga
mutlak diperlukan untuk dapat mengetahui & mengukur hasil usaha dan keadaan
keuangan perusahaan
5.1
Syarat-syarat
Laporan Keuangan
Berikut syarat-syarat yang harus dipenuhi didalam
membuat Laporan Keuangan
1.
Relevan artinya bahwa informasi yang dijadikan harus
ada hubungan dengan pihak-pihak yang memerlukan untuk mengambil keputusan.
2.
Dapat dimengerti artinya bahwa laporan keuangan yang
disusun berdasarkan secara jelas dan mudah difahami oleh para pemakainya.
3.
Daya uji artinya bahwa laporan keuangan yang disusun
berdasarkan konsep-konsep dasar akuntansidan prinsip-prinsip akuntansi yang
dianut, sehingga dapat diuji kebenarannya oleh pihak lain.
4.
Netral artinya bahwa laporan keuangan yang disajikan
bersifat umum, objektif dan tidak memihak pada kepentingan pemakai tertentu.
5.
Tepat waktu artinya bahwa laporan keuangan harus di
sajikan tepat pada waktunya
6.
Daya banding artinya bahwa perbandingan laporan
keuangan dapat diadakan baik antara laporan perusahaan dalam tahun tertentu
dengan tahun sebelumnya atau laporan keuangan perusahaan tertentu dengan
perusahaan lain pada tahun yang sama.
7.
Lengkap artinya bahwa laporan keuangan yang disusun
harus memenuhi syarat-syarat tersebut diatas dan tidak menyesatkan pembaca.
6.1
Hubungan
antar Laporan Keuangan
Hubungan antara laporan keuangan tersebut yakni sebagai
berikut :
·
Neraca dan Laporan Laba Rugi
Laporan laba rugi memberikan
informasi mengenai perubahan modal saham dari keuntungan atau kerugian
aktivitas bisnis diantara 2 waktu pelaporan neraca.
Misal:
Pada tanggal 31 Desember 2013, nilai
asset perusahaan adalah Rp. 100,
Pada periode waktu tahun 2014,
perusahaan memperoleh keuntungan sebesar Rp. 20
Pada tanggal 31 Desember 2014, nilai
asset perusahaan adalah Rp. 120.
·
Neraca dan Laporan Perubahan Modal
Laporan perubahan modal memberikan
informasi mengenai perubahan nilai modal saham melalui keuntungan atau kerugian
dari aktivitas bisnis utama dan investasi pada perusahaan lain, pembagian
dividen, atau penerbitan saham baru.
Misal:
Pada tanggal 31 Desember 2013, nilai
asset perusahaan adalah Rp. 100, nilai liabilities Rp. 40 dan nilai equity Rp.
60.
Pada periode waktu tahun 2014,
perusahaan memperoleh keuntungan sebesar Rp. 20 sehingga nilai equity naik dari
Rp. 60 menjadi Rp. 80, nilai asset bertambah menjadi Rp. 120 yang terdiri dari
liabilities Rp. 40 ditambah nilai equity Rp. 80.
Pada 31 Desember 2014, perusahaan
membagikan dividen sebesar Rp. 10, sehingga nilai equity turun dari Rp. 80
menjadi Rp. 70.
Pada tanggal 31 Desember 2014, nilai
asset perusahaan berkurang dari Rp. 120 (sebelum pembagian dividen Rp. 10)
menjadi Rp. 110 (setelah pembagian dividen Rp. 10).
·
Neraca dan Perubahan Arus Kas
Kas dapat dibagi menjadi 3 aktivitas
utama yaitu aktivitas operasional, aktivitas investasi, dan aktivitas
pendanaan.
Hubungan neraca dengan aktivitas
operasional adalah :
a.) perubahan modal kerja, yaitu
aset lancar, seperti piutang dagang, persediaan, dan kewajiban lancar, seperti
hutang dagang, dan
b.)perubahan modal saham dari
keuntungan atau kerugian bisnis.
Hubungan neraca dengan aktivitas
investasi adalah perubahan aset tetap perusahaan, seperti tanah, bangunan, dan
mesin, melalui transaksi pembelian atau penjualan.
Hubungan neraca dengan aktivitas
pendanaan adalah :
a.) perubahan liabilities seperti
perubahan hutang bank, dan
b.) perubahan modal saham karena
penambahan modal saham.
·
Laporan Laba Rugi dan Laporan
Perubahan Modal
Laporan perubahan modal saham
mencatat penambahan atau pengurangan nilai modal saham berdasarkan keuntungan
dan kerugian pada laporan laba rugi.
·
Laporan Laba Rugi dan Laporan Arus
Kas
Penerimaan dan pengeluaran yang
dicatat pada laporan laba rugi tidak identik dengan uang tunai yang diterima
dan dikeluarkan.
Misal:
Pada 31 Desember 2013, penjualan
perusahaan adalah Rp. 100 yang akan dibayar 1 bulan kemudian.
Pencatatan yang dilakukan adalah
penjualan Rp. 100, dan piutang dagang bertambah Rp. 100.
Pada tanggal 31 Januari 2014,
piutang dagang dibayar Rp. 100 sehingga piutang dagang berubah menjadi Rp. 0,
dan kas perusahaan bertambah Rp. 100.
Laporan keuangan yang di buat harus mempunyai
keterkaitan antara satu dengan yang lain. Karena jika salah satu laporan tidak
relefan atau menyimpang, maka laporan lain pun akan mengalami hal yang sama.
Untuk itu hubungan antara laporan yang satu dengan yang lain harus di
sesuaikan.
7.1
Pengguna
Laporan Keuangan
Pembuatan
dan penyusunan laporan keuangan ditujukan untuka memenuhi kepentingan berbagai
pihak, baik pihak dalam (intern) perusahaan maupun pihak luar (ekstern)
perusahaan. Pihak dalam perusahaan yang paling berkepentingan adalah pemilik
perusahaan dan manajemen itu sendiri. Sementara itu, pihak luar adalah
pihak-pihak yang memiliki kepentingan dengan perusahaan, baik langsung maupun
tidak langsung. Masing-masing pihak mempunyai kepentingan dan tujuan tersendiri
terhadap laporan keuangan yang dibuat oleh perusahaan.
Dalam
praktiknya pihak-pihak yang memiliki kepentingan tehadap laporan keuangan
perusahaan adalah sebagai berikut.
1. Pemegang
saham
Kepentingan
laporan bagi pemegang saham yang merupakan pemilik perusahaan adalah untuk
melihat kemajuan perusahaan yang dimilikinyadalam suatu periode. Kemajuan yang
dimaksud adalah kemampuan dalam menciptakan laba dan pengembangan aset yang
dimiliki. Dari laporan ini pemiklik juga dapat menilai sampai sejauh mana
pengembangan usaha tersebut telh dijalankan pihak manajemen. Dengan adanya
laporan keuangan ini, pemilik dapat memperoleh gambaran berapa jumlah deviden
yang akan mereka terima dan dapat menilai kinerja pihak manajemen dalam
menjalankan kepercayaan yang telah diberikan.
Atau
dengan kata lain bagi pemilik perusahaan, laporan keuangan dimaksudkan untuk:
-
menilai
prestasi atau hasil yang diperoleh manajemen;
-
mengetahui
hasil dividen yang akan diterima;
-
menilai
posisi keuangan perusahaan dan pertumbuhannya;
-
mengetahui
nilai saham dan laba perlembar saham;
-
sebagai
dasar untuk memprediksi kondisi perusahaan di masa datang;
-
sebagai
dasar untuk mempertimbangkan menambah atau mengurangi investasi.
2. Manajemen
Arti
penting laporan keuangan bagi pihak manajemen adalah untuk menilai kinerja
manajemen perusahaan dalam mencapai target-target yang telah ditetapkan. Selain
itu juga untuk menilai kinerja manajemen dalam mengelola sumber daya yang
dimilikinya. Ukuran keberhasilan ini dapat dilihat dari pertumbuhan laba yang
diperoleh dan pengembangan aset-aset yang dimilikinya. Pada akhirnya laporan
keuangan ini juga merupakan penilaian pemilik untuk memberikan kompensasi dan
karier manajemen serta mempercayakan pihak manajemen untuk memimpin perusahaan
pada periode berikutnya.
Atau
dengan kata lain bagi manajemen perusahaan, laporan keuangan digunakan untuk:
-
alat
untuk mempertanggungjawabkan pengelolaan kepada pemilik;
-
mengukur
tingkat biaya dari setiap kegiatan operasi perusahaan, divisi, bagian,atau
segmen tertentu;
-
mengukur
tingkat efisiensi dan tingkat keuntungan perusahaan, divisi, bagian, atau
segmen;
-
menilai
hasil kerja indiviu yang diberi tugas dan tanggung jawab;
-
menjadi
bahan pertimbangan dalam menentukan perlu tidaknya diambil kebijaksanaan baru;
-
memenuhi
ketentuan dalam UU, peraturan, AD (Anggaran Dasar), Pasar Modal, dan lembaga
regulator lainnya.
3. Kreditor
dan Banker
Kreditor
adalah pihak penyandang dana seperti bank atau lembaga keuangan lainnya. Mereka
sangat berkepentingan terhadap usaha yang akan dibiayainya. Bank atau lembaga
keuangan lain yang turut membiayai tidak mau menderita kerugian, sehingga perlu
mempelajari prospek usaha yang akan datang. Bank juga harus mengetahui berapa
dana yang dibutuhkan sesungguhnya, sehingga tidak mubazir dan menjadi beban
pelanggannya.
Atau
dengan kata lain bagi Kreditor dan Banker, laporan keuangan digunakan untuk:
- menilai kondisi keuangan dan hasil
usaha perusahaan bank dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang;
- menilai kualitas jaminan
kredit/investasi untuk menopang kredit yang akan diberikan;
- melihat dan memprediksi dari
perusahaan atau menilai rate of return perusahaan;
- menilai kemampuan likuiditas,
solvabilitas, rentabilitas perusahaan sebagai dasar dalam pertimbangan
keputusan kredit;
- menilai sejauhmana perusahaan
mengikuti perjanjian kredit yang sudah disepakati.
4. Pemerintah
atau Regulator
Bagi
pemerintah, laporan keungan digunakan untuk menilai kejujuran perusahaan dalam
melaporkan aktivitas usahanya. Laporan keuangan sekaligus berfungsi untuk
mengetahui kewajiban perusahaan terhadap negara, terutama pembayaran pajak yang
menjadi kewajiban perusahaan.
Atau
dengan kata lain bagi Pemerintah atau Regulator, laporan keuangan digunakan
untuk:
- menghitung dan menetapkan jumlah
pajak yang harus dibayar;
- sebagai dasar dalam
penetapan-penetapan kebijaksanaan baru;
- menilai apakah perusahaan memerlukan
bantuan atau tindakan lain;
- menilai kepatuhan perusahaan
terhadap aturan yang ditetapkan;
- bagi lembaga pemerintahan lainnya
bisa menjadi bahan penyusunan data dan statistik.
5. Karyawan
Bagi
karyawan, laporan keuangan berfungsi untuk mengetahui kondisi keuangan
peusahaan yang sebenarnya. Dengan mengetahui hal tersebut, mereka dapat melihat
kinerja mereka sehingga boleh mengharapkan adanya peningkatan kesejahteraan
apabila perusahaan mengalami keuntungan dan sebaliknya perlu melakukan
perbaikan jika perusahaan mengalami kerugian.
6. Investor
Investor adalah
pihak yang akan atau ingin menenemkan modalnya di perusahaan. Penanaman modal
dapat mereka lakukan baik dalam pembelian obligasi yang ditawarkan ataupun
saham. Sebelum membeli saham atau obligasi yang ditawarkan, pihak investor
terlebih dulu akan mempelajari prospek perusahaan, terutama dari laporan yang
disajikan untuk beberapa periode. Perusahaan yang tidak memiliki prospek tidak
akan menarik minat mereka.
7. Analis, Akademis, Pusat Data Bisnis
Bagi para analis, akademis dan juga lembaga-lembaga
pengumpulan data bisnis seperti PDBI, Moody's, Brunstreet, Standard & Poor,
Perfindo, laporan keuangan ini penting sebagai bahan atau sumber informasi
primer yang akan diolah sehingga menghasilkan informasi yang bermanfaat bagi
analisis, ilmu pengetahuan, dan komoditi informasi.
8.1
Prosedur
Analisis Laporan Keuangan
Menurut Bernstein (1983 : 3) analisis laporan keuangan mencangkup penerapan
metode dan teknik analitis atas laporan keuangan dan data lainnya untuk melihat
dari laporan itu ukuruan-ukuran dan hubungan tertentu yang sangat berguna dalam
proses pengambilan keputusan.
Dari pengertian tersebut dapat kita ketahui prosedur dalam analisis laporan
keuangan :
1. Input :
Laporan keuangan dan data lainnya
2. Metode
dan teknik analisis laporan keuangan
3. Output :
Informasi yang berguna bagi pengambilan Keputusan.
Prosedur analisis meliputi tahapan sebagai berikut :
a. Review Data
Laporan Keuangan
Merupakan aktivitas penyesuaian data laporan keuangan terhadap berbagai
hal, baik sifat/jenis perusahaan yang melaporkan maupun system akuntansi yang
berlaku.
b. Menghitung
Dengan menggunakan berbagai metode dan teknik analisis dilakukan
perhitungan-perhitungan, baik metode perbandingan, persentase per komponen,
analisis rasio keuangan, dan lain-lain.
c. Membandingkan/Mengukur
Langkah berikutnya setelah
melakukan perhitungan adalah membandingkan/mengukur. Langkah ini diperlukan
guna mengetahui kondisi hasil perhitungan tersebut.
d. Menginterpretasi
Interpretasi merupakan inti dari
proses analisa sebagai perpaduan antara hasil pembandingan/pengukuran dengan
kaidah teoritik yang berlaku. Hasil interpretasi mencerminkan keberhasilan
maupun permasalahan apa yang dicapai perusahaan dalam pengelolaan keuangan.
e. Solusi
Merupakan langkah terakhir dari
rangkaian prosedur analisa. Dengan memahami problem keuangan yang dihadapi
perusahaan maka akan ditempuh solusi yang tepat.
9.1
Teknik
Analisis Laporan Keuangan
Teknik
analisis laporan keuangan dapat digunakan dengan berbagai metode, diantaranya
yang telah tercantum dalam buku Analisis
Kritis atas Laporan keuangan (Sofyan, 1997:20):
1.
Metode Komparatif
2.
Analisis Tren
3.
Laporan Keuangan bentuk Commond Size
4.
Metode Index Time Series
5.
Analisis Rasio
6.
Teknik Analisis lain seperti:
· Analisis
sumber dan penggunaan dana
· Analisis
Break Even
· Analisis
Gross Profit
· Dupont
Analysis
7.
Model Analisis seperti:
· Bankruptcy
model
· Net
cash flow prediction model
· Take
over prediction model
10.1
Analisis
Laporan Keuangan untuk Mengevaluasi Kinerja Perusahaan
Kinerja
keuangan suatu perusahaan dapat diartikan sebagai prospek atau masa depan,
pertumbuhan dan potensi perkembangan yang baik bagi perusahaan. Informasi
kinerja keuangan diperlukan untuk menilai perubahan potensial sumber daya
ekonomi, yang mungkin dikendalikan di masa mendatang untuk memprediksi
kapasitas produksi dari sumber daya yang ada. (Barlian, 2003)
Dalam pelaksanaan penilaian terhadap kinerja
perusahaan, pihak manajemen umumnya hanya melihat dari tingkat fluktuasi atas
laba yang diperoleh tanpa melakukan analisis lebih lanjut. Akibat yang
ditimbulkan dari kebijakan tersebut adalah perusahaan sering mengalami
kesulitan untuk menentukan variabel apa yang menyebabkan terjadinya pembentukan
keuntungan atau profit yang lebih maksimal. Keadaan tersebut yang menyebabkan
perusahaan sering mengambil kebijakan yang kurang tepat untuk mengadakan penilaian
atas kinerja yang telah dicapai.
Maka menjadi sangat penting bagi perusahaan untuk
melakukan penilaian secara komperhensif atas kinerja keuangan yang telah
dicapai sehingga dapat digunakan sebagai dasar dalam menentukan kebijakan.
Laporan keuangan dapat mengukur tingkat biaya dari berbagai kegiatan yang telah
dilakukan oleh perusahaan untuk menentukan atau mengukur efisiensi setiap
bagian, proses atau produksi serta untuk menentukan derajat keuntungan yang
dapat dicapai oleh perushaan yang bersangkutan untuk menilai dan mengukur hasil
kerja pada tiap-tiap bagian individu yang telah diberikan wewenang dan tanggung
jawab serta untuk menentukan perlu tidaknya digunakan kebijaksanaan prosedur
yang baru untuk mencapai hasil yang lebih baik.
11.1 Keterbatasan Laporan Keuangan
Laporan keuangan
dipersiapkan atau dibuat dengan maksud untuk memberikan gambaran atau laporan
kemajuan (Progress Report) secara periodik yang dilakukan pihak manajemen yang
bersangkutan. Menurut Munawir. S (2002:6) menyatakan bahwa ;
“Laporan keuangan tersebut bersifat historis dan sebagai suatu
progress report laporan keuangan."
“Laporan keuangan tersebut bersifat historis dan sebagai suatu
progress report laporan keuangan."
Pengambilan keputusan ekonomi tidak dapat
semata-mata didasarkan atas informasi yang terdapat dalam laporan keuangan.
Selain banyaknya manfaat yang bisa diambil dari laporan keuangan, laporan
keuangan juga memiliki batasan. Karenanya agar bisa mendapatkan manfaat laporan
keuangan secara maksimal, kenali juga keterbatasan laporan keuangan itu.
Laporan
keuangan terdiri dari data yang merupakan hasil dari suatu kombinasi antara:
- Fakta yang telah dicatat, berarti bahwa laporan keuangan ini dibuat atas dasar fakta dari catatan akuntansi, dimana pencatatan ini dilakukan dari pos-pos berdasarkan catatan historis dari peristiwa-peristiwa yang terjadi dimasa lampau, dan jumlah-jumlah bunga yang tercatat dalam pos-pos itu dinyatakan dalam harga-harga pada waktu terjadinya peristiwa tersebut. Dengan sifat yang demikian itu maka laporan keuangan tidak dapat mencerminkan posisi keuangan dari suatu perusahaan dalam kondisi perekonomian yang paling akhir, karena segala sesuatunya bersifat historis. Sehingga mungkin terdapat beberapa hal yang dapat membawa akibat terhadap posisi keuangan perusahaan tidak dicatat dalam pencatatan akuntansi atau tidak nampak dalam laporan.
- Prinsip-prinsip dan kebiasaan-kebiasaan didalam akuntansi, berarti data yang dicatat itu didasarkan pada prosedur maupun anggapan-anggapan tertentu yang merupakan prinsip-prinsip akuntansi yang lazim, hal ini dilakukan dengan tujuan memudahkan pencatatan atau untuk keseragaman.
- Pendapatan pribadi, berarti walaupun pencatatan transaksi telah diatur oleh konvensi-konvensi atau dalil-dalil dasar yang mudah ditetapkan dan menjadi standar pokok pembukuan, namun penggunaan dari konvensi dan dalil dasar tersebut tergantung daripada akuntan atau management perusahaan yang bersangkutan. Pendapat ini tergantung pada pendapat atau integritas pembuatnya yang dikombinasikan dengan fakta yang tercatat dan kebiasaan serta dalil-dalil dasar akuntansi yang telah disetujui akan digunakan dalam beberapa hal.
Dengan memperhatikan
sifat-sifat laporan keuangan tersebut diatas, maka menurut
Munawir. S (2002:9) dapat ditarik kesimpulan bahwa laporan keuangan itu
mempunyai beberapa keterbatasan antara lain:
- Laporan keuangan yang dibuat secara periodik pada dasarnya merupakan interim report (laporan yang dibuat antara waktu tertentu yang sifatnya sementara) dan bukan merupakan laporan yang final.
- Laporan keuangan menunjukan angka dalam rupiah yang kelihatanya bersifat pasti dan tepat, tetapi sebenarnya dasar penyusunannya dengan standar nilai yang mungkin berbeda atau berubah-ubah.
- Laporan keuangan disusun berdasarkan hasil pencatatan transaksi keuangan atau nilai rupiah dari berbagai waktu atau tanggal yang lalu, dimana daya beli uang tersebut semakin menurun dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, sehingga kenaikan volume penjualan yang dinyatakan dalam rupiah belum tentu menunjukan atau mencerminkan unit yang dijual semakin besar, mungkin kenaikan itu disebabkan naiknya harga jual barang tersebut yang mugkin juga diikuti kenaikan tingkat harga-harga. Jadi suatu Analisis dengan memperbandingkan data beberapa tahun tanpa membuat penyesuaian terhadap perubahan tingkat harga akan diperoleh kesimpulan yang keliru.
- Laporan keuangan tidak dapat mecerminkan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi posisi atau keadaan keuangan perusahaan karena faktor-faktor tersebut tidak dapat dinyatakan dengan satuan uang.
Sifat dan keterbatasan laporan
keuangan menurut Prinsip Akuntansi Indonesia 1984 adalah sebagai berikut :
- Laporan keuangan bersifat historis, yaitu merupakan laporan atas kejadian yang telah lewat. Karenanya, laporan keuangan tidak dapat dianggap sebagai satu-satunya sumber informasi dalam proses pengambilan keputusan ekonomi.
- Laporan keuangan bersifat umum, dan bukan dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pihak tertentu.
- Proses penyusunan laporan keuangan tidak luput dari taksiran dan berbagai pertimbangan.
- Akuntansi hanya melaporkan informasi yang material. Demikian pula, penerapan prinsip akuntansi terhadap suatu fakta pos tertentu mungkin tidak dilaksanakan jika hal ini tidak menimbulkan pengaruh yang material terhadap kelayakan laporan keuangan.
- Laporan keuangan bersifat konservatif dalam menghadapi ketidakpastian; bila terdapat beberapa kemungkinan kesimpulan yang tidak pasti mengenai penilaian suatu pos, maka lazimnya dipilih alternatif yang menghasilkan laba bersih atau nilai aktiva yang paling kecil.
- Laporan keuangan lebih menekankan pada makna ekonomis suatu peristiwa/transaksi daripada bentuk hukumnya (formalitas).
- Laporan keuangan disusun dengan menggunakan istilah-istilah teknis, dan pemakai laporan diasumsikan memahami bahasa teknis akuntansi dan sifat dari informasi-informasi yang dihasilkan.
- Adanya berbagai alternatif metode akuntansi yang dapat digunakan menimbulkan variasi dalam pengukuran sumber-sumber ekonomis dan tingkat kesuksesan antar perusahaan.
- Informasi yang bersifat kualitatif dan fakta yang tidak dapat dikuantifikasikan umumnya diabaikan.
BAB III
PENUTUP
1.1 Kesimpulan
Laporan keuangan merupakan
catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode
akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan
kinerja perusahaan tersebut. Tujuan
laporan keuangan adalah memberikan informasi tentang posisi keuangan, kinerja,
dan arus kas perusahaan yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna
laporan dalam rangka membuat keputusan-keputusan ekonomi serta menunjukkan
pertanggungjawaban (stewardship) manajemen atas penggunaan sumber-sumber daya
yang dipercayakan kepada mereka.
Prosedur dalam analisis laporan keuangan
:
1. Input :
Laporan keuangan dan data lainnya
2. Metode
dan teknik analisis laporan keuangan
3. Output :
Informasi yang berguna bagi pengambilan Keputusan.
Syarat-syarat yang
harus dipenuhi didalam membuat Laporan Keuangan: Relevan,Dapat dimengerti ,
Daya uji , Netral ,Tepat waktu ,Daya banding, Lengkap. Laporan keuangan juga
memiliki keterbatasan. Terdapat lima jenis laporan keuangan utama, yakni neraca
(laporan perubahan posisi keuangan), laporan laba rugi, laporan perubahan
ekuitas, laporan arus kas serta catatan arus kas.
2.1 Saran
DAFTAR
PUSTAKA
Ø Nurul Istanti, Lulu, 2014. Analisis
Laporan Keuangan. Malang.
Ø Djarwanto, 1984. Pokok-Pokok
Analisa Laporan Keuangan. BPFE, Yogyakarta.
Ø Kasmir,2011. Dasar-Dasar Perbankan.
PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
Ø Kasmir,2011. Kewirausahaan. PT
RajaGrafindo Persada, Jakarta.
Ø Tunggal, Amin Wijaya. 1995. Dasar-dasar
Analisis laporan Keuangan. Rineka
Cipta, Jakarta.
Cipta, Jakarta.
Ø Hery, 2012. Analisis Laporan
Keuangan. Bumi Aksara, Jakarta.
Ø Harahap, Sofyan Syafri. 2006.
Analisis Kritis atas Laporan Keuangan. PT
Rajagrafindo
Persada. Jakarta.
Ø Sundjaja, Ridwan S dan Inge Berlian, 2003. Manajemen Keuangan 2, Edisi
Keempat, Literata Lintas Media, Yogyakarta.
Ø Munawir, S.
Akuntansi, 2002. Analisa laporan Keuangan, Edisi Pertama, BPFE, Yogyakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar