BAB 8
MANAJEMEN
SUMBER DAYA MANUSIA (Staffing)
8.1 Pengantar
Manajemen sumber daya manusia sebagai bagian dari
bidang manajemen memiliki peranan yang sangat penting dalam mencapai tujuan
organisasi. Tidak seperti bidang lainnya, manajemen sumber daya manusia
memiliki cakupan permasalahan yang sangat kompleks. Luasnya permasalahan di dalam bidang sumber
daya manusia mengharuskan organisasi membatasi ruang gerak dan aktivitasnya
pada aspek-aspek penting dari manajemen sumber daya manusia itu sendiri.
8.2 Definisi
Manajemen sumber daya manusia dapat didefinisikan
sebagai kegiatan yang mengatur tentang cara pengadaan tenaga kerja, melakukan
pengembangan, dan memberikan komposisi integrasi, pemeliharaan dan pemisahan
tenaga kerja yang memfokuskan perhatiannya pada pengaturan peranan sumber daya
manusia dalam kegiatan suatu organisasi melalui proses-proses manajemen dalam
rangka mencapai tujuan organisasi.
8.3 Tujuan
a.
Tujuan
Organisasional
b.
Tujuan
Fungsional
Secara fungsional, berarti tujuan manajemen sumber
daya manusia di setiap organisasi adalah harus sesuai dengan tujuan organisasi
yang lebih besar.
c.
Tujuan
Sosial
Setiap
organisasi harus mengingat akibatnya bagi kepentingan masyarakat di sekitarnya.
Di samping itu, aspek etika dan /atau moral dari produk yang dihasilkan suatu
organisasi, juga merupakan tanggung jawab organisasi yang di dalamnya terdapat
manusia-manusia yang menangani.
d.
Tujuan
Personal
Kepentingan personal atau individu dalam suatu
organisasi juga harus diperhatikan oleh setiap manajer, dan harus disesuaikan
dengan tujuan organisasi secara keseluruhan. Dengan demikian tujuan individu
setiap anggota organisasi harus diarahkan pula untuk tercapainya tujuan
organisasi.
8.4 Aktivitas Manajemen Sumber Daya Manusia
Aktivitas
manajemen sumber daya manusia pada dasarnya adalah segala tindakan untuk
menyediakan dan mempertahankan suatu jumlah dan kualitas sumber daya manusia
(tenaga kerja) yang tepat bagi organisasi agar tujuan manajemen tercapai dengan
baik dan tepat. Aktivitas yang tercakup dalam hal ini antara lain:
a. Persiapan
dan Pengadaan
Kegiatan persiapan dan pengadaan meliputi banyak
hal, diantaranya kegiatan analisis jabatan (job
analysis), rincian tugas (job
description), persyaratan tugas (job specification), standar kerja (job standard).
b. Pengembangan
dan Penilaian
Pengembangan
dan penilaian diperlukan untuk meningkatkan produktivitas pegawai dan menjaga
terjadinya keusangan kemampuan pegawai akibat perubahan-perubahan yang terjadi
dalam lingkungan kerja.
c. Pengompensasian
dan Perlindungan
Untuk mempertahankan dan memelihara semangat,
kepuasan, dan motivasi kerja, para pegawai diberi kompensasi dan beberapa
keuntungan atau kenikmatan lainnya dalam bentuk program-program kesejahteraan.
d. Hubungan-hubungan
Kepegawaian
Hubungan-hubungan kepegawaian meliputi usaha untuk
memotivasi dan memberdayakan pegawai, yang dilakukan melalui penataan pekerjaan
yang baik, meningkatkan disiplin pegawai agar mematuhi aturan,
kebijakan-kebijakan yang ada, dan melakukan bimbingan.
8.5 Peran
Secara
umum, peran manajemen sumber daya manusia dapat dikelompokkan dalam tiga peran
utama:
a. Peran
administrasi
b. Peran
operasional
c. Peran
strategis
8.5.1
Administrasi
Manajemen Sumber Daya Manusia
Peran
adminstrasi SDM lebih ditekankan pada upaya memproses dan menyimpan catatan.
Semua aktivitas dalam organisasi dicatat dan dibuatkan database sehingga pada
saat dibutuhkan pihak-pihak tertentu dapat dilaporkan dengan segera.
8.5.2
Operasional
Manajemen Sumber Daya Manusia
Peran
operasional lebih mengacu pada aktivitas-aktivitas penyelenggara dan
mempersiapkan kebutuhan organisasi terhadap pegawai. Tugas pokok manajemen
sumber daya manusia dalam hal ini adalah merencanakan perekrutan, menerima
lamaran, melakukan seleksi, menyusun anggaran gaji, mengadakan pelatihan dan
pengembangan.
8.5.3
Strategis
Manajemen Sumber Daya Manusia
Peran
strategis menekankan pada kondisi SDM untuk jangka waktu yang panjang guna
meningkatkan nilai kompetitif organisasi dalam persaingan usaha.
8.6 Fungsi
8.6.1
Fungsi
Manajerial
8.6.1.1
Perencanaan
(Planning)
Untuk manajemen sumber daya manusia, perencanaan
berarti penentuan program karyawan (sumber daya manusia) dalam rangka membantu
tercapainya sasaran atau tujuan organisasi itu. Dengan kata lain mengatur
orang-orang yang dapat menangani tugas-tugas yang dibebankan pada masing-masing
orang dalam rangka mencapai tujuan organisasi yang telah direncanakan.
8.6.1.2
Pengorganisasian
(Organizing)
Organisasi
sebagai alat untuk mencapai tujuan secara efektif, oleh sebab itu dalam fungsi
organisasi harus terlihat pembagian tugas dan tanggung jawab orang-orang atau
karyawan yang akan melakukan kegiatan masing-masing.
8.6.1.3
Pengarahan
(Directing)
Untuk
melakukan kegiatan yang telah direncanakan, dan agar kegiatan tersebut dapat
berjalan dengan efektif, maka diperlukan adanya arahan (directing) dari manajer.
8.6.1.4
Pengendalian
(Controlling)
Fungsi
pengendalian adalah untuk mengatur kegiatan agar kegiatan-kegiatan organisasi
itu diharapkan dapat berjalan sesuai dengan rencana. Pengendalian juga
dimaksudkan untuk mencari jalan keluar atau pemecahan apabila terjadi hambatan
pelaksanaan kegiatan.
8.6.2
Fungsi
Operasional
8.6.2.1
Pengadaan
Tenaga Kerja atau Pengadaan SDM
Seorang
manajer sumber daya manusia akan bertujuan untuk memperoleh jenis dan jumlah
tenaga atau sumber daya manusia yang tepat. Penentuan tenaga kerja yang akan
dipilih harus benar-benar yang diperlukan, bukan karena ada tenaga yang
tersedia.
8.6.2.2
Pengembangan
(development)
Apabila
sebuah organisasi ingin berkembang, maka diperlukan adanya pengembangan sumber
daya manusia. Pengembangan sumber daya manusia ini dapat dilaksanakan melalui
pendidikan dan pelatihan yang berkesinambungan. Adapun tujuan dari pengembangan
karyawan adalah:
a.
Produktivitas
Kerja
Dengan
pengembangan, produktivitas kerja karyawan akan meningkat, kualitas dan
kuantitas produksi semakin baik, karena
technical skill, human skill, dan managerial
skill karyawan yang membaik.
b.
Efisiensi
Pengembangan
karyawan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi tenaga, waktu, bahan baku, dan
mengurangi ausnya mesin-mesin.
c.
Mengurangi
Kerusakan Produksi
Pengembangan
juga bertujuan untuk mengurangi kerusakan barang, produksi, dan mesin-mesin
karena karyawan semakin ahli dan terampil dalam melaksanakan pekerjaannya.
d.
Mengurangi
Kecelakaan
Pengembangan
bertujuan untuk mengurangi tingkat kecelakaan karyawan, sehingga jumlah biaya
pengobatan yang dikeluarkan perusahaan akan berkurang.
e.
Meningkatkan
Pelayanan
Pengembangan
akan meningkatkan kualitas layanan yang lebih baik dari karyawan daripada nasabah
perusahaan, karena pemberian pelayanan yang baik merupakan daya penarik yang
sangat penting bagi rekanan-rekanan perusahaan yang bersangkutan.
f.
Moral
Dengan
pengembangan, moral karyawan akan lebih baik karena keahlian dan
keterampilannya sesuai dengan pekerjaannya sehingga mereka antusias untuk
menyelesaikan pekerjaannya dengan baik.
g.
Karir
Dengan
pengembangan, kesempatan untuk meningkatkan karir karyawan semakin besar,
karena keahlian, keterampilan, dan prestasi kerjanya lebih baik.
h.
Konseptual
Dengan
pengembangan, manajer semakin cakap dan cepat dalam mengambil keputusan yang
lebih baik karena technical skill, human
skill, dan managerial skill-nya
lebih baik.
i.
Leadership
Dengan
pengembangan, kepemimpinan seorang manajer akan lebih baik, human relation-nya
lebih luwes, motivasinya terarah sehingga pembinaan kerja sama vertikal dan
horizontal semakin harmonis.
j.
Insentif
Pengembangan
juga dimaksudkan untuk meningkatkan insentif, fee, maupun benefit yang
didasarkan pada prestasi kerja para karyawan.
k.
Kepuasan
konsumen
Pengembangan
karyawan akan searrah dengan pengembangan kualitas produk dan layanan sehingga
tentunya akan berkaitan dengan kepuasan konsumen. Pelaksanaan pengembangan
harus didasarkan pada metode-metode yang telah ditetapkan dalam program pengembangan
perusahaan. Metode pengembangan terdiri atas metode latihan atau training yang diberikan kepada karyawan
operasional dan metode pendidikan atau lecturingyang
khusus diberikan kepada karyawan manajerial. Metode latihan antara lain sebagai
berikut.
a.
On
The Job Training
Yaitu
pelatihan dengan intruksi, maksudnya adalah para pekerja ditempatkan dalam
kondisi riil di bawah bimbingan dan supervise dari seorang pegawai senior atau
supervisor.
b.
Vestibule
Yakni
suatu metode latihan yang dilakukan dalam kelas atau workshop yang biasanya
diselenggarakan dalam suatu perusahaan industri untuk memperkenalkan pekerjaan
karyawan baru dan melatih mereka mengerjakan pekerjaan tersebut.
c.
Demonstrasi
Yakni
metode latihan yang dilakukan dengan cara peragaan dan penjelasan bagaimana
cara-cara mengerjakan suatu pekerjaan melalui contoh-contoh atau percobaan yang
didemostrasikan.
d.
Programmed
Instruction
Melatihan
bentuk pelatihan agar peserta dapat belajar sendiri karena langkah-langkah
pengerjaan sudah diprogram.
e.
Magang
Melibatkan
pembelajaran dari pekerja yang lebih berpengalaman dan dapat ditambah pada
teknik off the job training.
Untuk
pengembangan dengan metode lecturing,
ada beberapa pendekatan yang bisa dipakai. Lima metode yang paling sering
digunakan dalam suatu perusahaan:
1.
Seminary
Metode ini menggunakan pendekatan ceramah atau
presentasi dari instruktur. Metode ini dilakukan dalam suatu ruangan kelas
dengan jangkauan audiens yang banyak.
2.
Lokakarya
Metode ini mirip dengan metode seminary, yakni
menggunakan metode ceramah ataupresentasi, namun bedanya peserta tidak pasif
mendengarkan saja, tapi juga turut diminta partisipasinya dalam memecahkan
suatu masalah.
3.
Under
Study
Hampir
sama dengan on the job training,
hanya bedanya dilakukan dalam tataran kepemimpinan, dimana calon pemimpin
dipersiapkan untuk menggantikan jabatan atasannya.
4.
Job
Rotation
Merupakan
teknik pengembangan yang dilakukan dengan cara memindahkan peserta dari suatu
jabatan ke jabatan lainnya secara periodik untuk menambah keahlian dan
kecakapannya pada setiap jabatan.
5.
Coaching
and Counselling
Coaching
adalah suatu metode pendidikan dengan cara atasan mengajarkan keahlian dan
keterampilan kerja kepada bawahannya. Sedangkan counselling adalah suatu cara
pendidikan dengan melakukan diskusi antara pekerja dan manajer mengenai hal-hal
yang sifatnya pribadi, seperti keinginannya, ketakutannya, dan aspirasinya.
8.6.2.3
Kompensasi
(compensation)
Kompensasi
merupakan fungsi manajemen yang sangat penting. Melalui fungsi ini organisasi
memberikan balas jasa yang memadai dan layak kepada karyawan.
8.6.2.4
Pengintegrasian
(integration)
Integrasi
adalah kegiatan manajemen yang bertujuan untuk rekonsiliasi kepentingan-kepentingan
karyawan dalam suatu organisasi.
8.6.2.5
Pemeliharaan
(maintenance)
Kemampuan-kemampuan
atau keahlian (skill) dari sumber
daya manusia yang telah dimiliki oleh suatu organisasi perlu dipelihara (maintenance). Fungsi pemeliharaan ini
termasuk juga jaminan kesehatan dan keselamatan kerja karyawan.
8.6.2.6
Pemutusan
Hubungan Kerja (PHK)
Ada
beberapa alasan yang menyebabkan seseorang berhenti atau putus hubungan
kerjanya dengan perusahaan, ada yang bersifat karena peraturan
perundang-undangan, tapi ada juga karena keinginan pengusaha.
Dengan
adanya pemberhentian karyawan, tentu berpengaruh terhadap perusahaan, terutama
masalah keuangan. Karena pemberhentian memerlukan dana yang tidak sedikit,
diantaranya dana pensiun atau pesangon karyawan dan untuk tunjangan-tunjangan
lainnya. Begitu juga pada saat penarikan kembali karyawan, perusahaan pun
mengeluarkan dana yang cukup besar. Atas dasar tersebut, maka manajer sumber
daya manusia harus sudah dapat memperhitungkan berapa jumlah uang yang diterima
oleh karyawan yang berhenti.
8.7 Tugas Pokok Manajemen Sumber Daya
Manusia
Sesuai
dengan aktivitas manajemen sumber daya manusia, persoalan yang akan dihadapi
manajer sumber daya manusia menyangkut a) penarikan tenaga kerja yang
berkualitas, mengelola perencanaan, rekruitmen, dan seleksi tenaga kerja; b)
mengembangkan tenaga kerja yang berkualitas, mengelola orientasi, pelatihan dan
pengembangan, serta perencanaan dan pengembangan karir karyawan; c)
mempertahankan tenaga kerja yang berkualitas, mengelola penahanan dan
pergantian, penilaian kerja, kompensasi dan benefit, dan hubungan tenaga kerja
dan manajemen.
8.7.1
Perencanaan
Manajemen Sumber Daya Manusia
Perencanaan sumber daya manusia
merupakan suatu proyeksi bagaimana suatu perusahaan merencanakan untuk
memperoleh dan memanfaatkan sumber daya manusia dengan mempertimbangkan
faktor-faktor internal dan eksternal.
Perencanaan sumber daya manusia dipengaruhi oleh
beberapa faktor ekonomi berikut ini.
a.
Kebijakan ketenagakerjaan nasional
b.
Kebijakan ekonomi nasional
c.
Otonomi daerah
d. Pertumbuhan
ekonomi
8.7.2
Perekrutan
Pegawai
Perekrutan
pegawai bertujuan untuk menyediakan tenaga kerja yang cukup yang selanjutnya
akan dipilih berdasarkan kualifikasi yang perusahaan atau organisasi telah
tentukan. Metode penarikan atau perekrutan dari dalam meliputi penempatan
pekerjaan, inventarisasi keahlian, penawaran pekerjaan, dan rekomendasi
karyawan. Metode perekrutan dari luar mencakup dari kalangan pendidikan atau
biro pencarian kerja.
Berikut
ini merupakan keunggulan dan kelemahan dari dua metode penarikan atau
perekrutan pegawai tersebut.
|
Rekruitmen
Internal
|
Rekruitmen
Eksternal
|
|
Keunggulan:
1.
Karyawan telah familier dengan perusahaan
2.
Biaya rekruitmen dan pelatihan lebih
rendah
3.
Meningkatkan moral dan motivasi
karyawan
4.
Peluang berhasil karena penilaian
kemampuan dan keahlian lebih tepat
|
Keunggulan:
1.
Memiliki gagasan dan pendekatan baru
2.
Bekerja mulai dengan lembaran bersih
dan mempertahankan spesifikasi pengalaman
3.
Tingkat pengetahuan dan keahlian tidak
tersedia dalam perusahaan yang sekarang
|
|
Kelemahan:
1.
Konflik politik promosi posisi
2.
Tidak berkembang
3.
Masalah moral tidak dipromosikan
|
Kelemahan:
1.
Keterbatasan keteraturan antara
karyawan dan perusahaan
2.
Moral dan komitmen karyawan sudah
rendah
3.
Periode penyesuaian yang lama
|
Langkah-langkah
dalam perekrutan adalah sebagai berikut.
a. Penentuan
jabatan kosong
b. Penentuan
persyaratan jabatan kosong
c. Penentuan
sumber dan metode perekrutan
8.7.3
Seleksi
Seleksi
adalah proses untuk mengambil keputusan apakah pelamar dapat diterima atau
tidak. Tujuan dari proses seleksi adalah untuk memilih pegawai yang cocok
dengan pekerjaan dan organisasi.Proses seleksi pada umumnya meliputi hal-hal
berikut.
a. Surat-surat
rekomendasi
b. Format
(borang) lamaran
c. Tes
kemampuan
d. Tes
potensi akademik
e. Tes
kepribadian
f.
Tes psikologi
g. Wawancara
h. Evaluasi
medis/kesehatan
i.
Assessment
center
k. Keputusan
penerimaan
8.7.4
Orientasi
8.7.4.1
Pengertian
Yakni
memperkenalkan para karyawan baru dengan peranan atau kedudukan mereka, dengan
organisasi dan dengan para karyawan lain. Kegiatan ini biasanya dilakukan oleh
departemen sumber daya manusia dan atasan langsung dari pegawai tersebut untuk
mensosialisasikan nilai-nilai organisasi pada karyawan baru.
Di
program orientasi, biasanya menyangkut hal-hal umum dan hal-hal khusus yang
berkaitan dengan pekerjaan. Hal-hal umum berisi tentang pengetahuan perusahaan
yakni:
a. Sifat
dan sejarah perkembangan perusahaan
b. Produk
yang dihasilkan
c. Gambaran
proses produksi dan keadaan perusahaan
Sementara
hal-hal khusus berhubungan dengan pekerjaan yakni:
a. Kondisi
kerja
b. Upah
dan jaminan social
c. Program
kesehatan dan keselamatan
d. Program
pelayanan
e. Deskripsi
jabatan/pekerjaannya
f.
Tempat dan peralatan kerjanya
g. Teman/bawahan
dalam pekerjaannya
h. Dan
lain-lain sesuai dengan kebutuhan penyesuaian diri.
8.7.4.2. Tujuan
Pengenalan/orientasi
memiliki Tujuan, diantaranya yaitu :
1) Pengenalan organisasi atau perusahaan.
2) Penyampaian kebijakan dan praktik-praktik
yang penting.
3) Penyampaian informasi tentang benefits dan
services.
4) Pendaftaran program benefit.
5) Pengisian dokumen-dokumen kepegawaian.
6) Penyampaian informasi tentang harapan-harapan
manajemen.
7) Penetapan harapan-harapan atau tujuan
karyawan.
8) Pengenalan rekan-rekan kerja.
9) Pengenalan fasilitas kerja.
10) Pengenalan tugas-tugas/pekerjaan.
8.7.4.3.
Manfaat
Manfaat orientasi dapat diuraikan
sebagai berikut :
a)
Tenaga kerja baru menjadi paham tentang
organisasi dimana mereka bekerja, apa tujuan organisasi, apa yang harus mereka
kerjakan dan bagaimana seharusnya mengerjakan.
b)
Mengurangi rasa kekhawatiran bagi tenaga
kerja baru akan masa depannya dan tenaga baru akan lebih senang bekerja di
organisasi.
c)
Penyelia, atasan langsung, rekan sekerja
akan lebih yakin, bahwa tenaga kerja baru tersebut akan dapat bekerja dengan
baik dan benar.
Pelatihan
dan Pengembangan
Adalah usaha yang terencana dari
organisasi untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan pegawai.
Tujuan dari pelatihan dan pengembangan
adalah :
a)
Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas output.
b)
Untuk menurunkan biaya limbah dan perawatan.
c)
Untuk menurunkan jumlah dan biaya terjadinya kecelakaan.
d)
Untuk menurunkan ketidakhadiran kerja, serta meningkatkan kepuasan
kerja.
e)
Untuk mencegah timbulnya antipati karyawan.
Penilaian
Prestasi Kerja
Adalah proses dimana organisasi
mengevaluasi atau menilai prestasi kerja karyawan. Apabila palaksanaan prestasi
kerja dilaksanakan dengan baik dan benar dapat membantu meningkatkan motivasi
kerja sekaligus juga meningkatkan loyalitas dari para karyawan.
Tujuan penilaian prestasi kerja antara
lain untuk :
a)
Mengidentifikasi para karyawan mana yang
membutuhkan pendidikan dan latihan.
b)
Menetapkan kenaikan gaji ataupun upah
karyawan.
c)
Menetapkan memungkinkan pemindahan
karyawan ke penugasan baru.
d)
Menetapkan kebijaksanaan baru dalam rangka
reorganisasi.
Menurut Drs. T. Hani Handoko terdapat 10
Manfaat yang dapat dipetik dari penilaian prestasi kerja sebagai berikut :
a)
Perbaikan prestasi kerja.
b)
Penyesuaian kompensasi.
c)
Keputusan penempatan.
d)
Kebutuhan latihan dan pengembangan.
e)
Perencanaan pengembangan karier.
f )
Penyimpangan proses staffing.
g)
Ketidakteraturan informational.
h)
Kesalahan - kesalahan desain pekerjaan.
i )
Kesempatan kerja yang adil.
j )
Tantangan - tantangan eksternal.
Penempatan
Penempatan merupakan proses
penugasan/pengisian jabatanku atau penugasan kembali pegawai pada tugas/jabatan
baru atau jabatan yang berbeda. Penempatan staffing terdiri dari dua cara yaitu
penempatan eksternal dan penempatan internal.
Penugasan ini dapat berupa penugasan
pertama untuk pegawai yang baru direkrut, tetapi juga dapat melalui :
1. Promosi
Promosi terjadi apabila seorang
dipindahkan dari suatu pekerjaan ke pekerjaan lain yang lebih tinggi dalam
pembayaran, tanggung jawab, dan level.
2. Transfer (pengalihan)
Yaitu
pengalihan pegawai dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya yang sama untuk
memenuhi kekurangan tenaga kerja.
3. Demosi
Demosi
sebagaimana diartikan dengan penurunan karyawan ke pekerjaan dengan tanggung
jawab yang lebih rendah, dan biasanya dengan tingkat gaji yang lebih rendah.
4. Pemutusan Hubungan Kerja
Adalah
keadaan yang mungkin terjadi dalam suatu perusahaan, yang disebabkan oleh
berbagai macam alasan seperti disiplin, ekonomi, bisnis, dan alasan-alasan
pribadi.
Kompensasi
Kompensasi merupakan sesuatu yang
diterima karyawan sebagai pengganti kontribusi jasa mereka pada perusahaan.
Tujuan pemberian kompensasi adalah
sebagai berikut :
a)
Memperoleh SDM yang berkualitas.
b)
Mempertahankan karyawan yang ada.
c)
Menjamin keadilan.
d)
Penghargaan terhadap perilaku yang diinginkan.
e)
Mengendalikan biaya.
f )
Mengikuti aturan hukum.
g)
Memfasilitasi pergertian.
h)
Meningkatkan efisiensi administrasi.
Jenis Kompensasi dibedakan menjadi dua
yaitu :
·
Kompensasi Langsung adalah balas jasa
yang diberikan kepada karyawan oleh perusahaan yang dapat dirasakan Langsung
oleh karyawan itu sendiri. Misalnya:
1) Gaji
2) Upah
3) Insentif
·
Kompensasi Tidak Langsung adalah
kompensasi tambahan yang diberikan berdasarkan kebijakan perusahaan terhadap
semua karyawan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan para karyawan.
Contohnya berupa fasilitas, Seperti: asuransi dan uang pensiun.
Tanggung
Jawab
Tanggung jawab dapat diartikan dengan
hasil yang harus dicapai atau tindakan yang harus dilakukan untuk mencapai
tujuan dari suatu kegiatan atau program.
Tanggung jawab manajer sumber daya
manusia antara lain adalah :
a)
Menempatkan orang yang benar pada pekerjaan yang tepat.
b)
Memperkenalkan pegawai baru dalam organisasi.
c)
Melatih karyawan untuk jabatan bagi mereka yang masih baru.
d)
Meningkatkan kinerja jabatan dari setiap karyawan.
e)
Mengendalikan biaya tenaga kerja.
f )
Menciptakan dan mempertahankan semangat kerja.
g)
Melindungi keseharian dan kondisi fisik karyawan.
Kesimpulan
a)
Manajemen sumber daya manusia adalah
serangkaian kegiatan pengelolaan sumber daya manusia yang memusatkan kepada
praktek dan kebijakan, serta fungsi-fungsi manajemen untuk mencapai tujuan
organisasi.
b)
Tujuan manajemen sumber daya manusia
meliputi tujuan organisasional, tujuan fungsional, tujuan sosial, dan tujuan
personal.
c)
Aktivitas manajemen sumber daya manusia
meliputi persiapan dan pengadaan, pengembangan dan penilaian, pengkompensasian
dan perlindungan, dan hubungan-hubungan kepegawaian.
d)
Peran MSDM meliputi peran administrasi,
operasional, dan strategi.
e)
Fungsi MSDM meliputi fungsi-fungsi
manajerial dan fungsi-fungsi operasional. Fungsi-fungsi manajerial meliputi
perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengadaan. Sedangkan fungsi-fungsi
operasional adalah pengadaan tenaga kerja, pengembangan, kompensasi,
pengintegrasian, pemeliharaan dan pemutusan hubungan tenaga kerja.
f)
Tugas pokok MSDM meliputi perencanaan
SDM, penarikan, seleksi, pelatihan pengembangan, sosialisasi, penilaian
prestasi kerja, dan penempatan (yang meliputi promosi, transfer, demosi, dan
pemutusan hubungan kerja).
g)
Kompensasi merupakan Sesuatu yang
diterima karyawan sebagai pengganti jasa mereka pada perusahaan. Konmpensasi
secara umum terbagi menjadi kompensasi langsung dan kompensasi tidak langsung.
Kompensasi langsung dapat beruapa gaji, upah, dan Insentif. Sementara
kompensasi tidak langsung meliputi jaminan kesehatan dan sebagainya.
h)
Tanggung jawab MSDM meliputi sebagai
berikut :
a) Menempatkan orang yang benar
pada pekerjaan yang tepat.
b) Memperkenalkan pegawai baru
dalam organisasi.
c) Melatih karyawan untuk jabatan
bagi mereka yang masih baru.
d) Meningkatkan kinerja jabatan
dari setiap karyawan.
e) Mengendalikan biaya tenaga
kerja.
f ) Menciptakan dan
mempertahankan semangat kerja.
g) Melindungi keseharian dan
kondisi fisik karyawan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar